Kab.Bandung, Parahiangannews – Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi hadir langsung pada pelaksanaan groundbreaking Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bandung Timur/Kertasari Kapasitas 1.100 liter/detik di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cikoneng Jalan Raya Pacet No. 20 Desa Cikoneng, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Jumat (14/2/2025).
“Pelaksanaan groundbreaking ini sebagai jawaban untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Kabupaten Bandung yang ada di wilayah timur, khususnya air minum,” kata Renie usai menghadiri groundbreaking Pengembangan SPAM tersebut.
Meski demikian, Ketua DPRD ini berharap dalam peningkatan pelayanan air minum kepada masyarakat ini, jangan sampai tarifnya membebani atau memberatkan masyarakat.
“Tarif air minumnya benar-benar terjangkau oleh masyarakat,” harapnya.
Politisi dari Fraksi PKB ini juga berharap bahwa dalam Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cikoneng Ciparay ini dapat meningkatkan pelayanan air minum untuk masyarakat di wilayah timur Kabupaten Bandung, yakni Kecamatan Bojongsoang, Dayeuhkolot, Solokanjeruk, Rancaekek, Majalaya, Cicalengka, Cikancung dan kecamatan lainnya.
“Kita tahu bahwa air minum adalah kebutuhan dasar masyarakat untuk kelangsungan hidup sehari-hari. Selain itu untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Renie juga turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Raharja yang benar-benar bekerja serius untuk memperhatikan kebutuhan air minum masyarakat Kabupaten Bandung.
“Ini sebagai bukti kerja nyata Pak Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam memperhatikan kebutuhan air minum masyarakat Kabupaten Bandung untuk kelangsungan hidup masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan groundbreaking pengembangan SPAM Kabupaten Bandung di wilayah Timur ini, di penghujung kepemimpinan Bupati Bandung Dadang Supriatna di periode pertama atau jelang pelantikan kembali pada 20 Februari 2025 jadi Bupati Bandung periode kedua.
“Kami berharap kebutuhan air minum masyarakat Kabupaten Bandung bisa terpenuhi, dengan adanya groundbreaking pengembangan SPAM Kabupaten Bandung ini,” harapnya.**













