Kab.Bandung, Parahiangannews – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bandung terus berupaya memperkuat ekosistem literasi di wilayahnya.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan menggelar Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Perpustakaan Desa, Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta Relawan Motor Baca, yang diselenggarakan di Gedung Moch. Toha, Komplek Pemda Kabupaten Bandung, Rabu (12/11/2025).
Kegiatan tersebut dibuka dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bandung, Drs. H. Yudi Abdurahman, M.Si. Dalam sambutannya, Yudi menyampaikan pentingnya peran pustakawan desa, pengelola TBM, dan relawan baca sebagai ujung tombak dalam menggerakkan semangat literasi di tengah masyarakat.
“Gerakan literasi tidak akan berjalan tanpa dukungan para penggerak di lapangan. Karena itu, kegiatan pembinaan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kemampuan dan wawasan mereka agar dapat memberikan layanan literasi yang lebih baik dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Yudi.
Kegiatan pembinaan ini menargetkan tiga elemen utama dalam gerakan literasi di Kabupaten Bandung, yaitu:
• Tenaga Perpustakaan Desa, yang berperan dalam mengelola dan mengembangkan layanan informasi di tingkat desa.
• Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), yang menjadi pusat kegiatan literasi di lingkungan warga.
• Relawan Motor Baca, yang secara aktif menjangkau masyarakat di pelosok dengan membawa bahan bacaan melalui layanan literasi keliling.
Melalui kegiatan ini, kata Yudi, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pengelolaan perpustakaan yang efektif, pengembangan koleksi dan layanan berbasis kebutuhan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi dalam menunjang kegiatan literasi.
“Kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik antar penggerak literasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung,” katanya.
Kepala Dispusip menegaskan bahwa tujuan utama pembinaan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi para penggerak literasi agar mampu memperluas jangkauan layanan dan memastikan setiap lapisan masyarakat — termasuk yang berada di daerah terpencil — dapat menikmati manfaat dari layanan perpustakaan dan kegiatan literasi.
“Kami ingin memastikan bahwa semangat literasi dapat dirasakan hingga pelosok desa. Melalui peningkatan kapasitas ini, para penggerak literasi diharapkan menjadi agen perubahan dalam membangun masyarakat yang gemar membaca, berpikir kritis, dan kreatif,” tambahnya.
Melalui komitmen yang kuat ini, Dispusip Kabupaten Bandung bertekad untuk terus mewujudkan Kabupaten Bandung yang Edukatif dan Literat, serta membumikan semangat BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, Sejahtera) di seluruh wilayah.
Dengan kegiatan seperti ini, Dispusip berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas literasi, dan masyarakat dapat semakin solid, sehingga literasi bukan hanya menjadi gerakan membaca, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemajuan sumber daya manusia di Kabupaten Bandung.**













