TNI - POLRI

Kodim 0624/Kabupaten Bandung Laksanakan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026

×

Kodim 0624/Kabupaten Bandung Laksanakan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026

Sebarkan artikel ini

Kab.Bandung, Parahiangannews- Kodim 0624/Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026, yang dilaksanakan di lapangan upacara Makodim 0624/Kab. Bandung Jl. Cipatik-Soreang Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, Jumat(24/7/2026).

Hadir dalam upacara tersebut Dandim 0624/Kab. Bandung Letkol Kav Samto Betah, S.Hub.Int, Para Pasi Kodim 0624/Kab. Bandung, Para Danramil Kodim 0624/Kab. Bandung, Dan Unit Intel Kodim 0624/Kab. Bandung Letda Inf Tarto Sutarto, Anggota Ba/Ta Kodim 0624/Kab. Bandung, PNS Kodim 0624/Kab. Bandung.

Dalam kegiatan tersebut yang menjadi Irup adalah Dandim 0624/Kab. Bandung Letkol Kav Samto Betah, S.Hub.Int.

Dalam amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dibacakan Inspektur Upacara, mengatakan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 mengangkat tema utama “Sayang Anak,Lindungi dan Bangun Masa Depan.” Tema ini bukan sekadar slogan,melainkan penegasan bahwa setiap anak adalah pribadi yang berharga, dihormati, dan didengarpendapatnya. Anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunanyang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya.Lindungi adalah kewajiban seluruh pihak untuk memastikan anak terbebas darikekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, perundungan, baik didunia nyata maupun ruang digital.

Masih menurut Dandim 0624, Perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Dibutuhkankolaborasi dan gotong royong seluruh elemen bangsa, dimulai dari keluarga sebagaipelindung pertama dan utama, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa,organisasi kemasyarakatan, tokoh agama dan tokoh adat, akademisi, hingga pemerintahpusat dan daerah. Yang tidak kalah penting, anak juga berperan sebagai mitra dalam upaya perlindungan.

Yang tidak kalah penting, anak juga berperan sebagai mitra dalam upaya perlindungan. Melalui keberanian untuk menyampaikan pendapat, saling menjaga, saling mengingatkan, dan berpartisipasi sesuai dengan usia dan kapasitasnya, anak turut berperandalam mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi dirinya maupun sesamanya, jelasnya.

Bangun Masa Depan mengandung pesan bahwa investasi terbaik bangsa ini bukan semata-mata pada pembangunan infrastruktur, melainkan pada setiap anak Indonesia. Ketika seluruh pihak bersatu melindungl anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih maju, adil,dan berkelanjutan.

Sambungnya, Pada Peringatan HAN ke-42 Tahun 2026 ini, berbagai rangkaian kegiatan dan acara Perlindungan Khusus (AMPK) di berbagai daerah di Indonesia. Melalui tema dan subtemaperingatan HAN tahun ini, diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen bersama dalam memberikan perlindungan serta memastikan pemenuhan hak-hak anak Indonesia di tengah tantangan dan persoalan yang terus berkembang di masyarakat.

Tema hari anak diwujudkan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak(Gernas RANA) sebagai gerakan bersama yang mengintegrasikan upaya pencegahan keluarga, penguatan peran masyarakat, keamanan ruang digital, serta respons cepat terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

Semangat tersebut kini terus dilanjutkan melalui kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak), sebuah gerakan kolaboratif yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan melindungi anak.

BERLIAN bukan sekadar kampanye, tetapi gerakan bersama yang menghidupkan semangat gotong royong agar perlindungan anak menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, ungkapnya.

Dandim 0624 / Kabupaten Bandung menambahkan sejalan dengan pendekatan tersebut, Sayang Anak Sayang Indonesia, dipilih menjadi tagline pada Peringatan HAN ke-42 Tahun 2026. Tagline tersebut mengandung filosofi yang mendalam. Bukan sekadar pengingat, tetapi juga ajakan untuk mencintai,melindungi, dan memberikan masa depan cerah kepada anak-anak, yang nantinya akan membawa kemajuan bagi Indonesia.

Dalam penyelenggaraannya, Peringatan HAN ke-42 Tahun 2026 memegang lima prinsip, yakni: Ramah anak, dengan menjamin keamanan dan menerapkan child safeguarding disetiap kegiatan. Desentralisasi, memberi keleluasaan daerah berkreasi. Apresiatif, terhadap prestasi anak dan kiprah para pendidik dan pemerhati anak. Partisipatif dan kolaboratif, melibatkan anak sejak perencanaan hingga evaluasi, dan Berdampak, memastikan setiap kegiatan memberi manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak.

Saya mengajak seluruh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, Indonesia untuk menjadi bagian dari Gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak). Mariruang digital, sehingga setiap anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman,bahagia, dihormati, didengar suaranya, serta terpenuhi hak-haknya, ucapnya.

Karena ketika seluruh bangsa bersatu melindungi anak, sesungguhnya kita sedang menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu membawa Indonesia menjadibangsa yang maju, adil,dan sejahtera. Kepada seluruh anak-anak Indonesia,Kalian berhak untuk aman dan bahagia, di rumah, di sekolah, di ruang publik, maupun di dunia digital, tambahnya.

Selain itu, juga berhak berteman dengan siapa saja tanpa memandang perbedaan, karena berbeda itu biasa, dan berteman itu luar biasa. Dan jika suatu saat kalian merasa tidak nyaman, mengalami kekerasan, atau melihat teman kalian mengalaminya, jangan diam. Ceritakan kepada orang dewasa yang kalian percaya, atau hubungi layanan SAPA 129. Negara akan selalu hadir untuk kalian, pungkasnya***

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page