Kab.Bandung, Parahiangannews- Kodim 0624/Kabupaten Bandung menggelar kegiatan upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Makodim 0624/Kabupaten Bandung, Jalan Raya Soreang Cipatik Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, Rabu(9/9/2026)
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0624 Kab. Bandung Mayor Inf Yevi Yuhana, Para Perwira Staf Kodim 0624 Kab. Bandung, Para Danramil Jajaran Kodim 0624 Kab. Bandung, Anggota Kodim 0624 Kab. Bandung, PNS Kodim 0624 Kab. Bandung.
Adapun yang menjadi inspektur upacara dalam kegiatan tersebut yaitu Kasdim 0624/Kabupaten Bandung.
Dalam sambutannya, Kasdim 0624/Kabupaten Bandung Mayor Inf Yevi Yuhana mengatakan, olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya. Investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh membentuk karakter yang disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki daya juang, sekaligus berinvestasi pada kesehatan masyarakat agar semakin bugar, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Adapun tema HAORNAS tahun ini yaitu “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar” harus kita jadikan gerakan nasional dan agenda pembangunan. Saya ingin menegaskan 5 arah. Pertama, Pemerintah harus menjadikan olahraga sebagai bagian dalam pembangunan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia. Kita tidak cukup hanya mengobati masyarakat ketika sakit. Kita harus membangun masyarakat yang aktif agar tetap sehat dan bugar.
Masih menurut Kasdim 0624/Kabupaten Bandung yang kedua adalah pemerintah daerah harus menjadi motor utama gerakan masyarakat aktif dan bugar. Saya minta para gubernur, bupati, dan wali kota memastikan tersedianya ruang publik, fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki dan jalur bersepeda,serta program olahraga yang mudah, murah, aman, dan inklusif.
Ketiga yaitu olahraga harus hadir dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, tempat kerja, Desa dan kelurahan, ruang publik serta lingkungan keluarga.
Dan keempat yaitu kita ukur keberhasilan bukan dari banyaknya event, tetapi perubahan perilaku masyarakat. Kita harus mengetahui:Berapa banyak yang rutin berolahraga? Dan apakah tingkat kebugaran masyarakat meningkat? Data dan indikator harus menjadi dasar kebijakan.
Sedangkan kelima yaitu kita bangun olahraga yang inklusif dan berkeadilan. Anak-anak, perempuan dan laki-laki, lansia, masyarakat perdesaan dan perkotaan, serta penyandang disabilitas harus memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak dan berolahraga.
Kasdim 0624/Kabupaten Bandung mengutarakan, kita ingin mengubah budaya bangsa dari pasif menjadi aktif, dari aktif menjadi bugar,dari bugar menjadi produktif,dan dari produktif menjadi Indonesia yang semakin kuat. Prestasi olahraga juga harus terus kita dorong. Tetapi kita harus ingat atlet lahir dari masyarakat yang gemar olahraga. Karena itu, budaya olahraga, polah raga, dan industri olahraga harus dibangun sebagai satu ekosistem.
Saya meminta seluruh pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi olahraga komunitas, keluarga, dan seluruh rakyat Indonesia untuk bergerak bersama.Tidak perlu menunggu.Tidak perlu mahal.Tidak perlu rumit.Mulailah bergerak dari sekarang. Berjalan, berlari, bersepeda, senam batau melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan masing-masing, ucapnya.
Karena Indonesia yang bugar tidak dibangun oleh satu kementerian. yang bugar dibangun oleh seluruh bangsa. Mari kita jadikan HAORNAS 2026 momentum perubahan Indonesia menuju nasyarakat aktif dan bugar Selamat Hari Olahraga Nasional Tahun 2026, pungkasnya***














