Kab.Bandung, Parahiangannews- Dandim 0624/ Kabupaten Bandung Diwakili Danramil 2411/Soreang Mayor Kav Sutarto menghadiri kegiatan Upacara Peringatan Hari santri Nasional dan Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran Ke-48 Tingkat Kabupaten Bandung, yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Upakarti Pemkab. Bandung, Jl. Alfathu Km. 17 Desa Pamekaran Kec. Soreang Kab. Bandung, Kamis(22/0/2026).
Adapun tema dalam hari Santri 2026 ini tatu “Santri Menguatkan Negri Menuju Indonesia Emas”.
Hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimda Kabupaten Bandung, Anggota DPRD Provinsi Jabar Asep Samsudin, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Sekda beserta para kepala OPD Pemkab Bandung dan tamu undangan lainnya.
Bupati Bandung Dadang Supriatna membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia mengatakan, “
Hari Santri yang kita peringati setiap tanggal 22 Oktober ini merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Sejarah mencatat, Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh Kyai Haji Hasyim Asy’ari Pada 22 Oktober 1945 telah membangkitkan semangat perjuangan Umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan.
Masih menurut Bupati Dadang Supriatna, pada peringatan Hari Santri Tahun 2026 Ini, kita mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema ini mengandung pesan penting bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan masa depan Bangsa.
Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tentu saja akhlak mulia, ucapnya.
Imbuh Bupati Bandung, tantangan zaman memang berubah, tetapi semangat pengabdian kepada negeri tercinta ini, bagi seorang santri, tidak boleh padam. Pada Tahun 2045, Indonesia akan genap berusia 100 Tahun. Kita menyebutnya Indonesia Emas, sebuah visi untuk mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Lanjutnya, untuk mewujudkan cita-cita besar itu, kita membutuhkan SDM yang unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia, serta mampu menghadirkan inovasi.
Bupati Bandung mengatakan,
Pesantren memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa. Di pesantren ilmu diajarkan, akhlak dibentuk, kemandirian ditumbuhkan, dan pengabdian ditanamkan.
Pada kesempatan tersebut Bupati mengajak para santri menjadi pelopor kemajuan imu pengetahuan dan teknologi, jadilah pelopor persatuan, penjaga kerukunan, penggerak kemandirian ekonomi, serta sahabat bagi lingkungan.
Jadikan nilai-nilai agama sebagai sumber inspirasi untuk merawat bumi, menebarkan kedamaian, dan membangun kehidupan yang lebih baik. Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita, karena Indonesia yang kuat hanya dapat dibangun melalui kebersamaan, pungkasnya














