Kab.Bandung, Parahiangannews- Karang Taruna Nusa Endah Desa Padamulya Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat mengadakan kegiatan sudy banding dan diklat ke Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis hingga Jumat (17-18/7/2025).
Kegiatan studi banding tersebut dalam rangka mendukung program ketahanan pangan yaitu budidaya belut.
Alhamdulillah, kami dari Karang Taruna Desa Padamulya telah melakukan kunjungan kerja yang penuh inspirasi ke lokasi usaha ternak belut milik Kang Wardi di Yogyakarta, tutur Ketua Karang Taruna Nusa Endah, Isan Sunandar, dalam keterangannya.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar studi banding, tetapi juga menjadi titik awal semangat baru bagi kami untuk membangkitkan jiwa kewirausahaan di kalangan pemuda desa, ujarnya.
Diungkapkan Kang Isan bahwa, Kang Wardi membuktikan bahwa dengan ketekunan, inovasi, dan semangat pantang menyerah, usaha di bidang pertanian dan perikanan bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Beliau memulai dari nol, dengan keterbatasan, namun kini sukses menjadi pelopor petani milenial yang mampu membuka lapangan kerja dan menginspirasi banyak orang.
Melalui pengalaman ini, saya mengajak seluruh pemuda Desa Padamulya untuk tidak malu menjadi petani. Justru kita harus bangga! Petani hari ini bukan hanya cangkul dan lumpur, tapi juga teknologi, kreativitas, dan peluang besar untuk mandiri secara ekonomi serta memajukan desa kita tercinta, ucapnya.
Mari kita ubah cara pandang. Bertani bukan profesi terbelakang, melainkan jalan masa depan. Kita adalah generasi muda yang akan membawa perubahan. Mari bersama kita majukan Desa Padamulya dengan semangat petani milenial: cerdas, mandiri, dan inovatif, tegasnya.
Semoga kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang baik bagi pemuda/i karang taruna Desa Padamulya untuk belajar dan mengembangkan usaha ternak belut, ujarnya.
Hidup Pemuda!
Majulah Karang Taruna!
Jayalah Desa Padamulya!
Sementara itu Wardi dalam materinya mengutarakan, dalam beternak belut di mulai dari persiapan kolam, pemilihan bibit, hingga pemberian pakan dan panen.
Wardi menekankan pentingnya memilih bibit belut yang berkualitas dan memberikan pakan yang sesuai untuk hasil panen yang optimal.
Kolam permanen bisa menggunakan kolam tembok, kolam terpal, atau kolam tanah yang sudah dimodifikasi. Media tumbuh campurkan lumpur sawah, kompos, jerami kering, dan pupuk kandang untuk mempercepat pembusukan dan memberikan pakan alami bagi belut, kata Wardi
Ia juga menambahkan ketinggian air Idealnya sekitar 15-20 cm, penebaran bibit belut dengan kepadatan yang sesuai dengan ukuran bibit. Pemilihan bibit dengan ukuran yang seragam dan sehat. Kondisi pastikan bibit lincah, tidak ada luka, dan bergerak aktif. ujarnya.
Sambungnya, bibit juga bisa berasal dari tangkapan atau hasil budidaya, namun pastikan kualitasnya baik. jenis pakan Belut bisa diberi pakan alami seperti cacing, ikan kecil, atau keong, ucapnya
Wardi menjelaskan bahwa waktu pemberian pakan, “berikan pakan secara teratur, idealnya dua kali sehari (pagi dan sore), sesuaikan jumlah pakan dengan ukuran dan kepadatan populasi belut.
Untuk perawatan kolam, ganti air secara berkala untuk menjaga kebersihan kolam, perhatikan kondisi belut dan media tumbuh secara rutin, jaga suhu dan kebersihan air agar belut tetap sehat, jelasnya.
Kata Wardi, belut juga bisa dipanen setelah mencapai ukuran yang ideal, biasanya setelah 3-4 bulan, cara panen bisa dilakukan dengan mengeringkan kolam atau menggunakan jaring.
Belut juga bisa diberi pakan tambahan seperti dedak atau pelet, jaga kebersihan kolam untuk mencegah penyakit pada belut, jika ada masalah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan peternak belut yang lebih berpengalaman, pungkasnya***













