Kab.Bandung, Parahiangannews- Panitia pentahelix penanganan banjir di kawasan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung hingga hari Rabu (3/12/2025) ini terus dikebut. Alat berat back hoe pun berjibaku melaksanakan pengerjaan normalisasi Sungai Cipamokolan Lama.
Pantauan di lapangan, salah satu yang menjadi fokus perhatian pengerjaan normalisasi dan pengerukan aliran Sungai Cipamokolan Lama dengan lebar sekitar antara 6-8 meter dan kedalaman 2 meter.
Alat berat back hoe melakukan ekstra kerja keras penanganan banjir di kawasan Desa Tegalluar sejak hari Rabu (26/11/2025) lalu hingga saat ini.
Penanganan banjir melalui program pentahelix itu dipimpin langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dan melibatkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah, para pengusaha, masyarakat, akademisi dan media. Setiap hari, Bupati Bandung memantau progres pengerjaan normalisasi sungai dan selokan di kawasan Desa Tegalluar tersebut.
Bupati Dadang Supriatna juga meminta Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) dan Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat terlibat aktif dalam penanganan banjir di Kabupaten Bandung, khususnya di Desa Tegalluar karena berkaitan dengan penataan dan normalisasi sungai untuk memperlancar aliran air sekaligus mempercepat penurunan genangan air disaat turun hujan.
Kepala Desa Tegalluar Galih Hendrawan terlihat aktif turun langsung ke lokasi pengerjaan normalisasi Sungai Cipamokolan Lama Desa Tegalluar untuk memastikan penangan banjir berjalan lancar.
“Alhamdulillah, hari Rabu ini memasuki hari kedelapan pengerjaan penanganan banjir melalui program pentahelix di Desa Tegalluar. Alhamdulillah, pengerjaan normalisasi Sungai Cipamokolan Lama sedang berlangsung, dan sudah ada peningkatan hasil pengerjaan dalam upaya penanganan banjir tersebut,” ujar Galih Hendrawan.
Galih Hendrawan mengatakan panitia fokus pada pengerjaan normalisasi dan pengerukan Sungai Cipamokolan Lama, karena nantinya dapat difungsikan untuk mempercepat aliran air dari kawasan yang selama ini terjadi genangan air di Desa Tegalluar.
“Pengerjaan normalisasi Sungai Cipamokolan Lama nantinya sangat efektif dan menjadi solusi untuk memperlancar aliran air dari hulu ke hilir, hingga bermuara ke Sungai Citarum,” kata Kepala Desa Tegalluar.
Galih Hendrawan menjelaskan semula kondisi fisik aliran Sungai Cipamokolan Lama terlihat dalam bentuk selokan karena terjadi penyempitan dan pendangkalan.
“Melalui program pentahelix ini, kita kembalikan kondisi aliran Sungai Cipamokolan Lama ke kondisi semula, supaya dapat mengentaskan persoalan banjir di kawasan Desa Tegalluar,” ujarnya.
Ia berharap pengerjaan normalisasi Sungai Cipamokolan Lama itu menjadi solusi dan jawaban untuk menyelesaikan persoalan banjir di Desa Tegalluar yang selama ini dikeluhkan oleh para pelaku usaha maupun masyarakat sekitar.
“Selain pengerjaan normalisasi Sungai Cipamokolan Lama, juga kita fokus pada penanganan normalisasi atau pengerukan selokan yang ada di pinggir jalan provinsi. Hal ini untuk mengurangi genangan dan mempercepat aliran air,” ujarnya.
Galih Hendrawan mengajak para pengusaha untuk sama-sama terlibat aktif dan gotong royong untuk mempercepat penanganan banjir di Desa Tegalluar.
“Hal ini untuk membuktikan tanggung jawab kita terhadap lingkungan. Dengan adanya program pentahelix ini, persoalan banjir di Desa Tegalluar bisa diminimalisir untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat sekitar,” katanya.**













