Kab.Bandung, Parahiangannews- Kasdim 0624/Kab Bandung Mayor Inf Yevi Yuhana menghadiri kegiatan Konferensi Daerah DPD PPSI Kab.Bandung Masa Bakti 2026 – 2031, yang dilaksanakan di Aula Makodim 0624/Kab Bandung, Jalan Raya Soreang Cipatik Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin kabupaten Bandung, Minggu(8/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut hadir pula, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Tarya Witarsa, Kasdim 0624/Kab Bandung Mayor Inf Yevi Yuhana, Plt Kadispora Kab Bandung, Ketua DPP PPSI, Ketua DPW PPSI Jawa barat, Plt ketua DPD PPSI Kab Bandung, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan,”atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung saya menyampaikan apresiasi kepada DPD PPSI Kabupaten Bandung, yang secara konsisten menjaga, membina, dan mengembangkan pencak silat sebagai cabang olahraga prestasi, sekaligus warisan budaya bangsa yang sarat dengan nilai moral, etika, dan karakter luhur.
Masih menurut Dadang Supriatna, Pencak silat sebagai seni bela diri yang menjadi identitas, jati diri, sekaligus media pembentukan karakter generasi muda, yang menanamkan nilai disiplin, sportivitas, keberanian, pengendalian diri, serta rasa hormat kepada sesama. nilai-nilai inilah yang sangat relevan dan dibutuhkan dalam membangun sumber daya manusia kabupaten bandung yang unggul dan berdaya saing.
“Konferensi daerah ini tentunya menjadi forum tertinggi pengambilan keputusan organisasi, juga sebagai momentum evaluasi, konsolidasi, dan perumusan arah kebijakan PPSI ke depan, agar semakin adaptif terhadap tantangan zaman, profesional dalam tata kelola organisasi, serta mampu melahirkan atlet atlet berprestasi yang mengharumkan nama kabupaten bandung di tingkat regional, nasional, bahkan internasional”, ucap Kang DS sapaan akrab Dadang Supriatna.
Saya berharap, melalui konferda ini akan lahir kepemimpinan yang visioner, amanah, dan mampu merangkul seluruh perguruan, menjunjung tinggi persatuan, serta menjadikan PPSI sebagai rumah besar yang inklusif dan solid, pemerintah kabupaten bandung pada prinsipnya siap mendukung pengembangan pencak silat, baik melalui pembinaan atlet, penyelenggaraan event, maupun pelestarian nilai budaya pencak silat sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah, sinergi antara PPSI, DISPORA, DISBUD, TNI, DAN seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat demi ekosistem olahraga dan budaya yang sehat dan berkelanjutan, tukasnya.
Sementara itu, Ketua DPP PPSI Galih Santika mengatakan, “Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya, kita dapat berkumpul dalam agenda penting Konferensi Daerah (Konferda) PPSI Tahun ini dalam keadaan sehat, Konferda ini adalah momentum krusial, bukan sekadar agenda rutin 5 tahunan untuk memilih kepengurusan baru. Ini adalah wadah untuk mengevaluasi apa yang telah kita lakukan, dan merumuskan arah kebijakan PPSI ke depan.
Masih menurut Galih Santika, PPSI memiliki peran vital tidak hanya sebagai organisasi pencak silat, tetapi juga sebagai penjaga budaya bangsa dan pencetak generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, dan berprestasi. Selama periode lalu, kita telah mencatat prestasi yang membanggakan, baik di tingkat daerah maupun nasional,Namun tantangan ke depan semakin kompleks, Kita dituntut untuk dapat Memperkuat Pembinaan Usia Dini, Menciptakan bibit-bibit pesilat handal dari tingkat ranting, desa/kecamatan, imbuhnya.
Sambung ketua Umum PPSI, Sinergitas Organisasi dapat Memperkuat hubungan antar pengurus, sesepuh, dan pemerintah daerah.
Modernisasi Mengelola organisasi secara profesional namun tetap memegang teguh nilai-nilai tradisional silat (Akuntabilitas dan Integritas).
Saya berpesan kepada seluruh peserta, jadikan konferensi ini sebagai ajang musyawarah yang demokratis, kekeluargaan, dan melahirkan program kerja yang inovatif untuk memajukan PPSI, pungkasnya***













