Kab. Bandung, Parahiangannews- Bupati Bandung Dadang Supriatna melaksanakan sosialisasi BPJS Kesehatan di Kampung Bedas Sapan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Jumat (6/3/2026).
Sosialisasi BPJS Kesehatan ini diprakarsai oleh Anggota Komisi IX DPR RI H. Asep Romy Romaya, dengan para pesertanya yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Hadir pula BPJS Kesehatan dari Kabupaten Bandung.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengatakan sosialisasi BPJS Kesehatan sangat penting. Karena cakupan Cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Bandung itu adalah sudah mencapai 99,57 persen.
“Saat itu, Kabupaten Bandung sudah mendapatkan penghargaan dari BPJS Kesehatan Republik Indonesia,” katanya.
Begitu masuk ke tahun 2025, Kang DS mengatakan, ternyata BPJS Kesehatan ada penonaktifan.
“Maka saya langsung komunikasi dengan Gus Menko (Gus Muhaimin), bagaimana untuk memperjuangkan yang nonaktif. Nah tapi yang harus jadi solusi itu, bagaimana 72.000 yang nonaktif itu bisa diaktifkan kembali, tetapi dengan catatan bahwa yang 72.000 itu tolong bantu. Maka ini penting,” tuturnya.
Kenapa? Katanya, masalah kesehatan kebutuhan dasar masyarakat.
Kang DS menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Bandung memiliki delapan rumah sakit. “Insya Allah bulan April kita melakukan peletakan batu pertama lagi Rumah Sakit Cimenyan,” ucapnya.
“Rumah Sakit Otista punya Pemda Kabupaten Bandung, Rumah Sakit Majalaya punya Pemda Kabupaten Bandung, Rumah Sakit Cicalengka punya Pemda Kabupaten Bandung. Ditambah Rumah Sakit Bedas Kertasari, Rumah Sakit Bedas Cimaung, Rumah Sakit Bedas Arjasari, Rumah Sakit Bedas Pacira dan Rumah Sakit Bedas Tegalluar,” tuturnya.
Kang DS pun menjelaskan di Kabupaten Bandung ada 62 puskesmas. Ia menyebutkan untuk membantu masyarakat, DPC PKB Kabupaten Bandung sekarang membantu ambulance di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung.
“Untuk membantu masyarakat, sekarang 31 kecamatan sudah diberikan bantuan ambulance dari DPC PKB Kabupaten Bandung. Silahkan nomor kontaknya diberikan. Jangan dulu bicara uang, jika ada warga atau anggota keluarga sakit bawa saja ke rumah sakit. Kalau rumah sakit nolak urusan pemeriksaan kesehatan dan bicara uang, lapor kepada saya. Jadi urusan nyawa penting,” pungkasnya.**













