Kab. Bandung, Parahiangannews- Bupati Bandung Dadang Supriatna melakukan pengecekan langsung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bedas Pacira di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung pada Rabu (18/3/2026), yang sebelumnya diinformasikan bagian plafon rumah sakit itu jatuh.
Saat melakukan pengecekan, Bupati Bandung bersama Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi, hadir pula Kepala PUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa, dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Hj. Yuli Irnawaty Mosjasari.
“Setelah saya cek langsung, ada plafon RSUD Bedas Pacira yang jatuh karena akibat adanya angin kencang. Sehebat apapun kita, yang namanya alam siapapun tidak bisa menolak. Ini tentunya menjadi gambaran dan hikmah, di lokasi dengan kondisi lembab untuk kedepannya nanti ada perubahan peningkatan spek,” kata Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna kepada awak media saat melakukan pengecekan ke RSUD Bedas Pacira.
Kang DS menyebutkan kawasan RSUD Bedas Pacira itu adalah salah satu lokasi yang lembab. Ia juga mengaku sangat senang dan bahagia, ketika melakukan pengecekan ke rumah sakit, pelaksana pengerjaan pembangunan RSUD Bedas Pacira ada di lokasi.
“Tidak menghindar dan tidak melarikan diri. Artinya bertangungjawab penuh, walaupun pembangunan rumah sakit ini sudah dua tahun lalu. Walaupun masa pemeliharaan sudah habis, tetapi sebagai wujud rasa tanggung jawab, alhamdulillah pelaksanaan pembangunan rumah sakit bisa memperbaiki lagi. Kebetulan sedang diperbaiki, yang biasanya pakai gipsum, untuk eksterior saya berharap pakai GRC (Glassfiber Reinforced Cement),” ujar Kang DS.
Kang DS juga berharap perbaiki atau pemasangan plafonnya lebih kuat lagi supaya tahan dari goncangan angin yang disebabkan oleh pengaruh alam.
“Saya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi kejadian alam, tidak bisa diprediksi,” ujarnya.
Bupati Bedas pun mengungkapkan setelah dilakukan pengecekan di dalam rumah sakit itu, sudah maksimal untuk dilakukan operasional rumah sakit tersebut.
“Walaupun masih ada kekurangan dalam sapras (sarana prasarana), dan termasuk kelengkapan mebeler. Termasuk sertifikasi dengan BPJS Kesehatan yang tentunya harus kita dorong dan insya Allah akan segera kita anggarkan, sehingga operasional RSUD Bedas Pacira ini lebih maksimal,” ujarnya.
Kang DS menyebutkan RSUD Bedas Pacira ini menjadi rumah sakit percontohan dan sebagai tourism, sehingga para wisatawan bisa melihat ke RSUD Bedas Pacira.
“Kebetulan berlokasi di tempat wisata,” ucapnya.
Lebih lanjut Kang DS mengatakan pasca jatuhnya atap plafon RSUD Bedas Pacira, sebelum diresmikan dan operasional rumah sakit ini sudah ada sertifikat laik fungsi atau SLF bangunan.
“Dikeluarkannya pun oleh pihak ketiga. Masyarakat enggak usah khawatir, terkait infrastruktur dan kondisi rumah sakit yang saat ini sedang dalam pengerjaan maupun kualitas yang saat ini sudah dilakukan pemeriksaan oleh BPK RI,” tuturnya.**













