Lingkungan

Warga RW 16 Desa Lengkong Mampu Mengolah 8 Ton Sampah Per Bulan Secara Mandiri

×

Warga RW 16 Desa Lengkong Mampu Mengolah 8 Ton Sampah Per Bulan Secara Mandiri

Sebarkan artikel ini

Kab. Bandung, Parahiangannews- Camat Bojongsoang Kankan Taufik turun langsung ke lapangan untuk meninjau pengolahan sampah organik dan anorganik di RW 16 Desa Lengkong Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Rabu (8/4/2026).

Camat Kankan pun turut memberikan apresiasi karena RW 16 Desa Lengkong ini mampu mengolah 8 ton sampah/bulan secara mandiri.

“Saya selaku Camat Bojongsoang sangat mengapresiasi warga yang mampu kelola sampah secara mandiri,” kata Kankan dalam keterangannya.

Camat Bojongsoang mengungkapkan kreativitas dan inovasi yang dilakukan warga RW 16 Desa Lengkong itu sebagai wujud nyata keseriusan dalam mengelola sampah yang dihasilkan rumah tangga masing-masing,” kayanya

Ia melihat bahwa keberhasilan warga RW 16 Desa Lengkong dalam mengelola sampah itu, kuncinya adalah kedisiplinan seluruh warga dalam memilah sampah di tingkat rumah tangga.

“Keberhasilan dalam pengelolaan sampah ini, akan saya jadikan pilot project untuk RW-RW lain di seluruh Kecamatan Bojongsoang. Hal ini untuk menuju Bojongsoang zero waste,” ungkapnya.

Untuk menuju Bojongsoang zero waste itu, Camat Kankan berharap warga harus mampu disiplin memilah sampah ditingkat rumah tangga.

“Kami dari pemerintah Kecamatan Bojongsoang memohon maaf jika masalah sampah di wilayah Bojongsoang belum terkelola dengan baik. Namun setelah ada contoh yang dilakukan oleh warga RW 16 Desa Lengkong ini dengan mengedepankan kebersamaan, kekompakan dan kedisiplinan semua pihak dalam memilah sampah dalam rumah tangga, kami yakin suatu saat Bojongsoang akan menuju zero waste,” tuturnya.

Camat Kankan menegaskan saling menyalahkan bukanlah sebuah solusi.
“Tapi saya mengajak marilah kita merubah sikap dan perilaku kita mulai saat ini agar lebih bijak dalam pengelolaan sampah dengan mulai dari disiplin memilah sampah di rumahnya masing masing,” harapnya.

Saat turun ke lapangan, Camat Kankan melihat langsung bagaimana proses pengolahan sampah organik dan anorganik dari mulai pengambilan di rumah tangga masing-masing. Sampah yang diambil di rumah warga itu sudah terpilah antara sampah organik dan anorganik.

Sampah organik digunakan untuk pakan maggot, sedangkan sampah anorganik dikumpulkan untuk didaur ulang karena memiliki nilai ekonomis. Seperti sampah kardus dan plastik, yang bisa didaur ulang untuk menjadi sebuah produk atau barang yang bernilai dan berdaya saing.**

Example 120x600

You cannot copy content of this page