Olahraga

Sukseskan Porprov XV Jabar 2026 di Tengah Efisiensi Anggaran, KONI Kabupaten Bandung Tetap Bekerja Profesional

×

Sukseskan Porprov XV Jabar 2026 di Tengah Efisiensi Anggaran, KONI Kabupaten Bandung Tetap Bekerja Profesional

Sebarkan artikel ini

Kab.Bandung, Parahiangannews- Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung sudah bekerja berdasarkan pada tupoksi atau tugas pokok dan fungsi. Di antaranya, KONI bagaimana merancang pembinaan terhadap para cabor atau cabang olahraga dengan harapan bisa tampil lebih baik dan meningkatkan prestasi dalam bidang olahraga.

Hal itu dalam upaya suksesi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov XV Jabar 2026 yang akan digelar di Bekasi dan Bogor pada November 2026 mendatang. Tentunya dengan ketersediaan anggaran yang ada saat ini mencapai Rp6,3 miliar dari target KONI untuk suksesi Porprov 2026 itu diatas Rp30 miliar. Meski demikian, KONI Kabupaten Bandung tetap bekerja profesional.

Hal ini terungkap dalam diskusi jajaran pengurus KONI Kabupaten Bandung di Kantor KONI Kabupaten Bandung, kawasan SOR Si Jalak Harupat Kutawaringin, Kamis (16/4/2026).

Pada pelaksanaan diskusi itu hadir Ketua Umum KONI Kabupaten Bandung H. Yana Suryana, S.Pd.I., Ketua Satgas BK Porprov XV Jabar 2026 sekaligus Wakil Ketua KONI Tatang Ivan Sudirman, Sekretaris Umum Edi Gaswanto, Bidang Pembinaan Prestasi Dian Kurniawan, dan pengurus KONI Kabupaten Bandung lainnya.

Yana Suryana yang akrab disapa Ustadz Persib menegaskan bahwa tahapan kegiatan yang dilaksanakan oleh KONI Kabupaten Bandung sudah jelas, ketika mendapatkan informasi anggaran tahun 2026 sebesar Rp6,3 miliar, dan jauh dari target yang diusulkan diatas sebesar Rp30 miliar untuk suksesi capaian 100 medali emas di Porprov XV Jabar 2026.

“Dikarenakan efisiensi anggaran, dan ini bukan kepada kita, tapi semua dan menyeluruh. Bahkan kabupaten/kota lain juga sama. Termasuk KONI Jawa Barat juga sama,” tandas Ustadz Persib dalam keterangannya.

Dalam kondisi efisiensi anggaran itu, kata dia, KONI dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan tahapan. Dari mulai rapim, kemudian rapat pleno dengan cabor yang juga turut dihadiri perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung.

“Di rapat pleno itu semuanya sepakat,” ungkapnya.

Tahapan selanjutnya, terang Ustadz Persib, ada desk dan kemudian ada opsi. Pada pelaksanaan desk itu, apabila ada cabor yang kurang setuju diterima oleh KONI dan secara khusus ditampung kemudian disetujui.

“Kita janjikan rapat lagi dengan cabor. Alhamdulillah, clear and clear, semuanya setuju dan sepakat untuk anggaran yang ada kita mapping seperti ini. Kemudian dari hasil kesepakatan ini, lalu diserahkan sepenuhnya ke Bidang Pembina Prestasi KONI,” ujarnya.

Setelah semua beres dan sepakat, lanjut Ketua Umum KONI, tiba-tiba muncul ada dugaan yang tidak senang dengan pengurus KONI Kabupaten Bandung itu hal yang wajar. Namun disayangkan munculnya isu itu setelah dilaksanakan berbagai rangkaian tahapan pleno yang sudah disepakati bersama antara KONI dengan cabor.

“Ini sudah kondusif, sudah clear, bahkan semua cabor sudah paham. Tahapan-tahapan di KONI Kabupaten Bandung sudah sangat luar biasa, dibandingkan dengan kota kabupaten lainnya, walaupun anggaran kita jauh dari yang kita harapkan dan kita pun memakluminya,” tuturnya.

Ustadz Persib mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna “satengkah polah” untuk menganggarkan bagi KONI Kabupaten Bandung. Padahal kondisi anggaran di Kabupaten Bandung mengalami kekurangan anggaran imbas terkena dampak TKD atu transfer ke daerah.

“Kita di KONI memiliki kewajiban untuk memanfaatkan anggaran tersebut. Selain untuk kontingen, kita juga fokus pada pembinaan atlet. Untuk biaya operasional cabor masih aman, dan pelaksanaan test fisik sudah dilaksanakan dengan luar biasa dan menghadirkan 400 atlet. Beasiswa masih berjalan, apabila ada event lain, kalau ada anggaran kita bantu. Sapras juga kita bantu untuk suksesi Porprov 2026 yang akan datang,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Kabupaten Bandung Edi Gaswanto menegaskan bahwa para pengurus KONI Kabupaten Bandung tidak anti kritik. “Bahkan kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menyampaikan kritiknya kepada KONI Kabupaten Bandung. Bahkan kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang sudah menyampaikan kritikannya. Itu kita hargai,” tuturnya.

Edi kembali mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah mengkritik KONI Kabupaten Bandung sebagai bukti peduli terhadap kemajuan olahraga prestasi di Kabupaten Bandung.

“Kami menyampaikan terima kasih dengan adanya kritikan yang disampaikan banyak pihak melalui media sosial maupun secara langsung disampaikan ke pengurus KONI Kabupaten Bandung. KONI sangat terbuka dan welcome apa yang disampaikan sebagai bentuk kritikan atau apa yang disampaikan oleh publik. Dengan harapan persoalan itu sesuai dengan proporsinya,” ungkapnya.

Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kabupaten Bandung Dian Kurniawan mengatakan bahwa KONI berusaha untuk bekerja profesional melalui proses pembinaan atlet menuju persiapan Porprov XV Jabar 2026.

“Dalam melakukan proses pembinaan, semua cabor diberi BOP atau biaya operasional. Sekarang ada yang namanya the spot bekerjasama dengan Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Bandung sebagai proses pembinaan jangka panjang,” kata Dian.

Menurutnya, kegiatan the spot ini untuk saling membantu dalam pembinaan atlet. Namun untuk tahun 2026, katanya, kegiatan the spot ini dipending dulu karena anggarannya tidak ada.

“Akan tetapi kita tidak menyerah begitu saja karena pembinaan atlet harus tetap berjalan. Dengan anggaran Rp6,3 miliar ini, pembinaan tetap berjalan,” katanya.

Bagian dari pembinaan atlet itu, kata Dian, mulai dari melakukan pendataan prestasi atlet, kesiapan cabor dan lain sebagainya.

“Kemarin kita melaksanakan test fisik, sementara kabupaten dan kota lainnya belum ada. Kita (KONI Kabupaten Bandung) melakukan gebrakan yang pertama dalam test fisik itu. Semua cabor diundang,” tuturnya.

Menurutnya, dengan anggaran apa adanya, pembinaan tetap berjalan terhadap semua cabor. “Kemarin di rapat pleno, semua cabor diundang dan semuanya dijelaskan kepada mereka. Bahwa anggaran kita di angka Rp6,3 miliar,” ungkapnya.

Pada rapat pleno yang dihadiri perwakilan Dispora, Dian menjalankan, bahwa dengan anggaran sekian apabila difokuskan ke kontingen juga bisa, termasuk semua cabor dan semua atribut.

“Akan tetapi kita itu untuk prestasi, yang namanya prestasi bukan hanya dipertandingan. Tetapi dalam pembinaan itu perlu pelatihan, perlu try out,” katanya.

Dengan anggaran sebesar itu, lanjut Dian, kemudian dipisah untuk persiapan dan keberangkatan ke Porprov XV Jabar 2026. Hal itu sudah disampaikan kepada semua ketua cabor di Kabupaten Bandung.

“Sudah dijelaskan ke cabor seperti itu. Saya membuka komunikasi dan membuka diskusi, apabila ada pertanyaan dan sanggahan kita komunikasikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dian mengatakan penggunaan anggaran pun tidak bergerak sendiri, melainkan melalui proses. “Salah satunya dengan Dispora dan ketika akan ada pencairan harus ada ekspos dulu. Untuk memastikan kegiatan itu perlu atau tidak, sekaligus membicarakan besaran anggarannya cocok atau tidak,” katanya.**

Example 120x600

You cannot copy content of this page