Desa / Kelurahan

Sinergi Wujudkan Astacita: Desa Citaman Bentuk Tim Desain ‘Arsitek Betah di Desa

×

Sinergi Wujudkan Astacita: Desa Citaman Bentuk Tim Desain ‘Arsitek Betah di Desa

Sebarkan artikel ini

Kab.Bandung, Parahiangannews- Pemerintah Desa Citaman melakukan langkah inovatif dengan resmi membentuk tim kolaboratif bernama Tim Design Arsitek Betah di Desa. Langkah strategis ini diambil guna menyusun skema perencanaan pembangunan desa yang inklusif, berkelanjutan, dan selaras dengan visi Astacita Republik Indonesia.

Gerakan revolusioner ini mendapat dukungan penuh dari DIKTI Kementerian Pendidikan, yang dalam pelaksanaannya digawangi langsung oleh M. Ilham Aqie Almunawwar selaku Ketua Tim Design Arsitek Betah di Desa. Tak hanya itu, program ini juga diperkuat oleh pendampingan akademisi dari Universitas Islam Bandung (Unisba), yakni Ibu Intan Nurrachmi dan Bapak Igun Weishaguna.

Kolaborasi Lintas Sektor: Dari Warga hingga Pelaku Sampah

Keunikan dari Tim Design ini terletak pada komposisi anggotanya yang merangkul seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi ini sengaja dibentuk agar perencanaan desa tidak hanya datang dari atas (top-down), melainkan lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.

Berikut adalah 8 pilar utama yang mengisi keanggotaan tim:

  1. Bagian Warga Berilmu Pengetahuan Arsitektur: Bertindak sebagai konseptor teknis tata ruang desa.
  2. Pelaku Organisasi: Perwakilan dari Karang Taruna, Puskesos, Koperasi, dan lembaga desa lainnya.
  3. Pelaku UMKM: Penggerak roda ekonomi lokal untuk memastikan pembangunan berbasis kesejahteraan warga.
  4. Pelaku Administrasi: Sekretaris Desa (Seldes) dan Perangkat Desa sebagai birokrat dan legalitas program.
  5. Pelaku Pendidikan: Penjamin aspek edukasi dalam setiap ruang publik yang dibangun.
  6. Pelaku Sampah: Pengawal isu lingkungan dan pengelolaan limbah demi desa yang bersih dan sehat.
  7. Pelaku Budaya: Penjaga kelestarian kearifan lokal agar modernisasi desa tidak menghilangkan identitas aslinya.
  8. Pelaku Kesehatan: Memastikan rancangan desa mendukung pola hidup sehat masyarakat.

Taman Cika-Cika: Wahana Kebahagiaan untuk Para Pelajar

Sebagai langkah awal yang konkret, tim ini mengusung tema “Taman Cika-Cika”. Konsep ini dirancang sebagai sebuah wahana yang bertujuan menciptakan kebahagiaan bagi para pelajar, dengan atmosfer yang ramah layaknya taman bermain anak.

“Kami ingin menciptakan ruang publik yang tidak hanya estetik, tapi juga memiliki fungsi psikologis. Taman Cika-Cika akan menjadi tempat di mana anak-anak dan pelajar di Desa Citaman bisa belajar, bermain, dan berinteraksi dengan bahagia, sehingga mereka betah membangun tanah kelahirannya sendiri,” ujar perwakilan tim pendamping, Sabtu (16/5/2026).

Dengan adanya sinergi antara akademisi Unisba, dukungan DIKTI, dan semangat gotong royong warga, Desa Citaman optimis skema perencanaan tata ruang ini dapat menjadi percontohan (role model) bagi desa-desa lain di Indonesia dalam mengejawantahkan visi Astacita di tingkat tapak.**

Example 120x600

You cannot copy content of this page