Kab.Bandung, Parahiangannews- Kodim 0624/Kab Bandung melaksanakan kegiatan upacara Bendera Merah Putih dan penerimaan perwira masuk satuan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan Makodim 0624 /Kab. Bandung, Jalan Cipatik Soreang Desa Jatisari Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, Senin(18/5/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0624/Kab. Bandung Letkol KAV Samto Betah S.Hub.Int, Kasdim 0624/Kab. Bandung Mayor Inf Yevi Yuhana, Para Pasi Kodim 0624/Kab Bandung, Para Danramil jajaran Kodim 0624/Kab Bandung, Anggota Kodim 0624/Kab. Bandung, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XLVI Kodim 0624/Kab. Bandung Ny. Lastyka Samto Betah, Para Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XLVI Kodim 0624/Kab. Bandung, PNS Kodim 0624/Kab. Bandung.
Dalam amanatnya Dandim 0624/Kab Bandung Letkol Kav Samto Betah mengatakan kita patut bersyukur sejauh ini, seluruh agenda Program Kerja dan Anggaran yang telah tertuang dalam kalender kegiatan tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar, sesuai dengan target dan sasaran yang telah ditetapkan.
Hal ini tentu tidak terlepas dari komitmen setiap bagian terkait yang secara disiplin, konsisten, dan terukur melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dilandasi dengan niat bekerja dengan tulus untuk terus meningkatkan capaian kualitas pengabdian dan profesionalisme, imbuhnya.
Masih menurut Dandim 0624, Konflik bersenjata dan dinamika geopolitik yang terjadi dan dinamika geopolitik yang terjadi di beberapa negara, serta gangguan pasokan energi dunia belum sepenuhnya menunjukkan tanda-tanda mereda. Hal ini berdampak serius terhadap meningkatnya tekanan dalam berbagai aspek kehidupan bernegara secara nasional.
Kita harus berbangga mengingat dari 52 negara konsumen energi terbesar dunia, Indonesia menempati posisi nomor dua pada kategori negara paling kuat menghadapi krisis energi, imbuhnya.
Meskipun demikian, kita tetap harus memelihara tingkat kewaspadaan, mengingat masih tingginya dinamika dan potensi ancaman, yaitu prediksi kemarau panjang disertai kekeringan ekstrim yang kemungkinan terjadi di bulan Juni 2026 mendatang.
Ancaman ini bukan sekadar fenomena melainkan ujian ketahanan bagi seluruh lapisan bangsa, yang berimplikasi pada stabilitas nasional, ungkapnya.
Menengok ke belakang, jauh sebelum dinamika sulit hari ini muncul, TNI AD secara konsisten telah melakukan langkah-langkah terobosan progresif guna mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya nasional.
Gugus-gugus tugas dibentuk oleh satuan jajaran secara fungsional dan operasional untuk mewujudkan efektifitas dan efisiensi penggunaan fasilitas perkantoran dan pangkalan termasuk sarana prasarana latihan berkaitan dengan pemakaian BBM, gas, listrik, dan air.
Lanjutnya, Kita harus terus mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah untuk efisensi, dengan berbagai langkah penghematan yang mampu kita upayakan serta dipantau terus pencapaiannya sehingga memberikan kontribusi nyata di lapangan. Kıta memiliki tanggung jawab untuk merangkul seluruh komponen bangsa guna mendukung kemajuan pembangunan, dan memastikan kehadiran negara untuk membantu kesulitan rakyat.
Sejalan dengan upaya internal penerapan skenario penghematan, berbagai realisasi program unggulan TNI AD, termasuk kerja keras Satgas dalam membangun ratusan jembatan maupun karya bakti skala besar di wilayah satuan jajaran, terbukti telah mendatangkan manfaat luar biasa bagi warga masyarakat di seluruh pelosok tanah air.
Hal tersebut selayaknya untuk terus ditingkatkan di masa yang akan datang dengan terus menggali inovasi-inovasi kreatif prajurit yang diperoleh melalui pendidikan serta akses kemajuan teknologi komunikasi dan informasi.
Sebelum mengakhiri amanat, saya menekankan kembali kepada seluruh prajurit dan ASN TNI AD agar semakin bijak dalam menyikapi setiap persoalan dengan menemukan solusi terbaik, terutama yang berkaitan dengan masyarakat.Jadikan semangat menebar kebaikan sebagai bagian dari budaya kerja organisasi dengan mengoptimalkan setiap potensi yang dimiliki.
Realisasi program unggulan TNI AD berskala nasional yang masih berjalan harus terus ditingkatkan, dalam rangka memperkokoh pondasi ketahanan sosial masyarakat sebagai benteng pertahanan negara.
Perkuat kesadaran kolektif berbasis gotong royong di lingkungan tempat tinggal masing-masing untuk mendukung setiap langkah strategis yang diambil oleh pemerintah dalam rangka pengelolaan sumber energi domestik, percepatan diversifikasi bauran listrik nasional ekosistem, dan efisiensi ekonomi.
Pelihara semangat dan motivasi kerja. Fokus berbuat yang terbaik sesuai tugas pokok masing-masing, serta hindari sekecil apapun perbuatan yang melanggar aturan, pungkas Dandim 0624/Kabupaten Bandung***














