Kab.Bandung, Parahiangannews- Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Majalaya menggelar kegiatan Haflah Musyahadah Santri Diniyah Takmiliyah (acara perayaan dan wisuda kelulusan bagi para santri Diniyah Takmiliyah). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gor Koni/Gor Sajabat, Minggu(31/5/2026).
Nampak hadir dalam kegiatan tersebut Camat Majalaya, Sekretaris dan Bendahara PC PKDT Kabupaten Bandung, Ketua MUI Kecamatan Majalaya, Ketua FKDT Kecamatan Majalaya beserta jajaran, panitia, para orang tua wali santri dan tamu undangan lainnya.
Pelaksanaan pembukaan kegiatan Haflah Musyahadah Santri Diniyah Takmiliyah, ditandai dengan pemukulan gong oleh Camat Majalaya didampingi para pengurus FKDT Kabupaten Bandung dan para pengurus FKDT Kecamatan Majalaya.
Dan sebelum prosesi wisuda, seluruh santri melakukan sungkeman kepada para guru / pendidik, sebagai ucapan terimakasih yang telah membimbingnya
Seusai kegiatan, Ketua FKDT Kecamatan Majalaya, Ustadz Apip Syamsul Arif, S.Pd.I., mengatakan, ” Alhamdulillah pada hari Minggu tanggal 31 Mei 2026, kami FKDT Kecamatan Majalaya menggelar kegiatan Haflah Musyahadah Santriwan dan Santriwati Diniyah Takmiliyah”.
Masih menurut Ustadz Apip Syamsul Arif, tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menunjukan bahwa Diniyah Takmiliyah masih eksis diwilayah Kecamatan Majalaya. Karena sekarang ini, ada asumsi bahwa Madrasah Diniyah khususnya di Majalaya ini itu sepi.
Dan saya harapkan dengan adanya kegiatan ini, dapat menunjukan bahwa di Majalaya, Madrasah Diniyah Takmiliyah masih ada dan masih bergerak, ucapnya.
Ketua FKDT Majalaya mengungkapkan bahwa jumlah santriwan dan santriwati yang diwisuda pada hari ini sekitar 500 orang dari 54 diniyah, (seperempatnya dari peserta yang ujian, dimana peserta ujiannya ada 2000 orang dari 200 diniyah).

Jadi, yang diwisuda pada hari ini, merupakan perwakilannya, karena waktu dan tempatnya tidak memadai, ujar Ustadz Apip.
Ustadz Apip Syamsul Arif berharap kedepannya ada regulasi untuk Madrasah Diniyah, serta dukungan dari stakeholder terutama pemerintah dan agnia yang ada di Majalaya, bisa memperhatikan masalah lembaga kemadrasahan / keagamaan di Majalaya.
“Kita siap bersinergi dengan Kecamatan dan Desa (Kades) untuk mendukung program program Bupati Bandung, dan kami mendukung semuanya “kata Ustadz Apip Syamsul Arif.
Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini, yaitu “Jadi Santri, Masagi Ku Pangarti, Luhung Ku Elmu, Jembar Ku Panalar, Manfaat Ka Balarea”.
“Jadi momentum dalam tema ini yaitu Santri jangan berhenti mengaji, walaupun sudah mendapat ijazah dari Diniyah. Selain itu dari tema ini momentumnya untuk menanamkan aqidah, mempunyai ilmu dan juga manfaat untuk umat”, pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut Ustadz Apip Syamsul Arif mengucapkan terimakasih kepada Camat Majalaya beserta Forkopimcam, PC FKDT Kabupaten Bandung, Jajaran pengurus FKDT Kecamatan Majalaya, jajaran panitia, para guru dan pimpinan lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah, serta para orang tua santri***














