Kab.Bandung, Parahiangannews- Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah, S.Hub.Int., menghadiri kegiatan Groundbreaking Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) TPPAS Regional Legok Nangka Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung Bandung, dalam rangka penandatanganan Kerjasama Pembangunan Waste To Energy Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di TPPAS Regional Legok Nangka Desa Ciherang Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Rabu(29/7/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Barat, Pangdan III/Siliwangi diwakili oleh Irdam III/Siliwangi, Kapolda Jabar diwakili oleh Kombes Pol. Dr. Wirdhanto Hadicaksono,Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Perwakilan Kementrian Lingkungan Hidup RI, Wakil Mentri bidang Sumber Daya Air Republik Indonesia, Kepala PLN Provinsi Jawa Barat, Dandim 0624 Kabupaten Bandung dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Yuliot Tanjung mengatakan, Pembangunan PSEL Legok Nangka merupakan bukti nyata sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, badan usaha, dan para investor dalam menghadirkan solusi atas tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks, khususnya di kawasan Bandung Raya.
Proyek ini menjadi bagian dari percepatan implementasi PSEL yang didorong pemerintah melalui kebijakan nasional untuk menangani kedaruratan sampah sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, ucapnya.
Masih menurut Yuliot Tanjung, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan fasilitas Waste to Energy sebagai salah satu upaya memperkuat bauran energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, serta menurunkan emisi gas rumah kaca.
Melalui teknologi yang diterapkan di PSEL Legok Nangka, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat, imbuhnya.
Dikatakannya, saya juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat beserta seluruh pemerintah kabupaten/kota di kawasan Bandung Raya yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan proyek strategis ini. Dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting agar pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang optimal.
Semoga Groundbreaking hari ini menjadi awal yang baik bagi terwujudnya PSEL Regional Legok Nangka sebagai salah satu proyek percontohan pengelolaan sampah menjadi energi listrik yang modern, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Barat maupun Indonesia, ujarnya.
Sementara itu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, hari ini bukan sekadar peletakan batu pertama sebuah proyek infrastruktur. Hari ini adalah awal dari perubahan paradigma pengelolaan sampah di Jawa Barat.
Sampah harus menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, mampu menghasilkan energi, mengurangi pencemaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
PSEL Legok Nangka merupakan salah satu proyek strategis yang akan menjadi solusi bagi pengelolaan sampah regional di kawasan Bandung Raya. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi beban tempat pemrosesan akhir, mempercepat penanganan sampah secara terpadu, serta menghasilkan energi listrik yang mendukung ketahanan energi nasional, ungkapnya.
Ditambahkannya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen penuh mendukung pembangunan ini melalui kolaborasi yang kuat dengan Pemerintah Pusat, pemerintah kabupaten/kota, BUMN, dunia usaha, investor, dan seluruh pemangku kepentingan.
Penandatanganan Nota Kesepahaman pada hari ini menjadi simbol komitmen bersama bahwa pembangunan Waste to Energy di Jawa Barat tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi, inovasi, investasi, dan tata kelola yang baik agar proyek ini berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan memberikan manfaat jangka panjang, ujarnya.
Kedepanya Provinsi Jawa Barat akan berinvestasi dengan PLN agar bentuk investasi Provinsi Jabar lebih mengarah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat, imbuh Gubernur.
Provinsi Jabar akan lebih menata RTH diwilayah dengan baik, karena kalo ruang terbuka hijau terpelihara makan alam jabar akan mewariskan alam yg sehat dan investasi oksigen yang sehat. Semoga kolaborasi yang kita bangun hari ini menjadi fondasi kuat bagi percepatan transformasi pengelolaan sampah dan pengembangan energi bersih di Indonesia, harapnya.
Selama pengerjaan proyek strategis pembangunan PSEL Legok Nangka tidak ada nuansa premanisme, yang dapat menghambat pembangunan tersebut. Provinsi Jawa Barat memiliki selogan “Sampah hilang Jawa Barat terang”., pungkas KDM****














