Pemerintahan

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb Terima Audiensi REDTI Kita Sehati, Soroti Penanganan dan Pencegahan Thalassemia

×

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb Terima Audiensi REDTI Kita Sehati, Soroti Penanganan dan Pencegahan Thalassemia

Sebarkan artikel ini

Kab.Bandung, Parahiangannews- Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menerima audiensi Yayasan Relawan Donor Darah dan Thalassemia Indonesia (REDTI) Kita Sehati bersama para relawan donor darah dan pemerhati thalassemia, di kantor Wakil Bupati Pembab Bandung, Rabu (30/9/2026).

Dalam audiensi tersebut, dibahas sejumlah persoalan terkait penanganan pasien thalassemia di Kabupaten Bandung, termasuk kebutuhan darah serta upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit genetik tersebut.

Ali Syakieb mengatakan, thalassemia menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam audiensi, terdapat sekitar 13 pasien thalassemia yang meninggal dunia sejak awal 2025 hingga pertengahan 2026.

“Disampaikan ternyata penyakit thalassemia ini menjadi hal yang memang harus kita perhatikan. Dari tahun 2025 awal sampai pertengahan 2026 ada sekitar 13 yang meninggal,” ujar Ali Syakieb.

Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang perlu menjadi perhatian pemerintah, termasuk pemenuhan kebutuhan darah bagi pasien thalassemia yang membutuhkan transfusi secara rutin.

Ali menjelaskan, penyediaan darah tidak hanya berkaitan dengan kegiatan donor darah, tetapi juga membutuhkan dukungan peralatan dan mekanisme pengelolaan yang memadai.

“Pengadaan darah di Kabupaten Bandung bukan cuma sekadar donor darah habis selesai. Ternyata ada beberapa alat dan juga ada mekanismenya. Ini menjadi catatan dan akan saya sampaikan kepada Bupati agar ke depan bisa menjadi atensi,” katanya.

Selain pemenuhan kebutuhan darah, Ali menilai upaya pencegahan dan deteksi dini juga perlu diperkuat. Ia menegaskan bahwa thalassemia bukan merupakan penyakit menular, melainkan penyakit genetik.

Karena itu, menurut Ali, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dapat dimaksimalkan untuk melakukan skrining dan mendeteksi potensi thalassemia sejak dini.

“Thalassemia ini bukan penyakit menular, tapi penyakit genetik. Kita harus menjaga. Karena apa pun itu, lebih baik mencegah daripada mengobati,” ucapnya.

Ali menambahkan, hasil audiensi tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan bagi Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menyusun langkah penanganan thalassemia secara lebih komprehensif.

Dalam kesempatan yang sama, turut hadir Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang menyampaikan sejumlah hal yang berpotensi dikolaborasikan bersama RedTI Kita Sehati, khususnya dalam mendukung penanganan dan pendampingan masyarakat yang terdampak thalassemia.

“Terima kasih juga untuk Baznas yang ikut audiensi dan menyampaikan beberapa hal yang bisa dikolaborasikan dengan RedTI ke depannya, bagaimana kita bersama-sama menangani masalah thalassemia,” tutur Ali.

Pemerintah Kabupaten Bandung selanjutnya akan menindaklanjuti sejumlah masukan yang disampaikan RedTI Kita Sehati, terutama terkait kebutuhan darah, penguatan deteksi dini, serta peluang kolaborasi dalam penanganan thalassemia di Kabupaten Bandung.

Example 120x600

You cannot copy content of this page