Kab.Bandung, Parahiangannews- Kasdim 0624/Kabupaten Bandung Mayor Inf Yevi Yohana beserta para perwira staf Kodim dan seluruh Danramil se wilayah Kodim 0624/Kabupaten Bandung, menyambut kunjungan Wakabintal Dam III/Siliwangi Letkol Inf Dudu Badrusalam, S.Ag. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pemantauan kegiatan ceramah bintal jajaran Kodam III/Siliwangi yang berlangsung di Gedung Moh Toha Makodim 0624/Kabupaten Bandung.
Hadir dalam acara tersebut tidak hanya perwira, tetapi juga perwakilan anggota Bintara, Tamtama, serta Anggota PNS Kodim 0624/Kabupaten Bandung. Dalam sambutannya, Kasdim Mayor Inf Yevi Yohana menyampaikan permohonan maaf karena Dandim tidak dapat menghadiri acara akibat adanya kegiatan penting yang tidak dapat ditinggalkan. Ia juga menekankan kepada seluruh peserta untuk tetap tertib selama acara pembinaan mental berlangsung, dengan tidak mengizinkan adanya peserta yang tidur atau menggunakan ponsel pintar.
“Kekuatan seorang prajurit bukan hanya terletak pada kemampuan fisik dan keterampilan militer semata, tetapi juga pada kekuatan mental, moral, dan spiritual yang menjadi landasan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Kasdim.
Sementara itu, Wakabintal Dam III/Siliwangi Letkol Inf Dudu Badrusalam, S.Ag, dalam paparannya menjelaskan bahwa Bulan Suci Ramadhan merupakan momentum istimewa untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia menegaskan bahwa puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, pengendalian diri, serta memperkuat akhlak dan moral.
Wakabintal juga menguraikan pentingnya membangun karakter prajurit yang PRIMA – Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif – sebagai fondasi utama untuk mendukung tercapainya Indonesia Emas. Prajurit TNI dituntut untuk menjaga keseimbangan antara profesionalisme dan ketakwaan, serta menjaga nama baik satuan dan TNI Angkatan Darat di mata masyarakat. Ia juga mengingatkan untuk menghindari berbagai pelanggaran disiplin seperti KDRT, jual-beli senjata api, curang dalam tugas militer (Curanmor), werving, serta penggunaan dan pengedaran narkoba.
“Kekuatan prajurit tidak hanya terletak pada kemampuan tempur, tetapi juga pada kekuatan keimanan dan mental yang kuat. Prajurit yang memiliki mental rohani yang kuat akan mampu menghadapi berbagai tantangan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI,” jelasnya.
Wakabintal berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan materi yang diterima dalam kehidupan sehari-hari dan pelaksanaan tugas di wilayahnya. “Semoga melalui Safari Bintal Ramadhan 1447 H ini, kita semua dapat memperkokoh jati diri sebagai prajurit TNI yang profesional, modern, dan dicintai rakyat, serta senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT dalam setiap pelaksanaan tugas,” pungkasnya.***













