Kab.Bandung, Parahiangannews- Sebagai upaya untuk mewujudkan dan mendukung terealisasinya visi misi dan rencana aksi Bupati Bandung Dadang Supriatna menuju Kabupaten Bandung lebih BEDAS (Bangkit, Edukatif Dinamis, Agamis dan Sejahtera), maju berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung hadir dan turut mendukung terkait hal itu.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung Irvan Ahmad saat menghadiri Safari Ramadhan 1447 Hijriah dan Tarawih Keliling (Tarling) Bupati Bandung Dadang Supriatna di Masjid Al Hidayah Sutam Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Minggu (1/3/2026) malam.
“Termasuk juga refleksi dari 57 rencana aksi Bapak Bupati Bandung yang sudah memang kita evaluasi dari tahun pertama kepemimpinan Bapak Bupati Bandung sudah tercapai 74 persen. Ini mungkin salah satunya di antaranya adalah terealisasi dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, dengan rencana aksi nomor 18 yaitu melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah,” kata Irvan Ahmad.
Irvan Ahmad menyebutkan bahwa budaya daerah itu menjadi suatu wujud nyata dengan berbagai program inovasi dan strategis yang dikembangkan di tahun 2025.
“Tentunya ini telah mewujudkan juga capaian yang menjadi indikator kinerja utama kami di Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, yaitu IPK atau Indeks Kemajuan Kebudayaan. Kemajuan atau pembangunan kebudayaan kami di tahun 2025 ini sebesar 56,86 persen,” jelasnya.
Irvan Ahmad menegaskan dengan angka 56,86 persen ini tentu merupakan suatu angka yang cukup baik. Tentunya angka ini diatas rata-rata Provinsi Jawa Barat.
“Kita tahu bahwa yang paling tinggi, kalau kita bicara tingkatan provinsi ini secara nasional Indeks Kemajuan Kebudayaan atau Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) ini masih dipegang oleh Provinsi Bali. Kedua oleh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan perolehan 57 persen dan 56,9 persen. Kami dari Kabupaten Bandung dengan IPK 56,86 persen,” tuturnya.
Ditegaskan Irvan Ahmad, dengan capaian IPK 56,86 persen itu, tentunya melebihi dari target yang telah dicanangkan Kabupaten Bandung melalui Dinas Kebudayaan yaitu sebesar 56,3 persen pada tahun 2025.
“Insya Allah meskipun gebrakan dari 2025 ini Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung baru lahir sekitar kurang lebih lima hingga enam bulan, tapi kami bisa berkiprah lebih jauh,” ungkapnya.
Irvan Ahmad mengungkapkan bahwa pihaknya pada tahun 2026 ini akan mengembangkan terus berbagai program strategis kebudayaan dalam rangka melestarikan, menjaga dan melindungi segenap cagar budaya dan kebudayaan lokal Kabupaten Bandung.
“Tentunya ini dengan berbagai program inovasi kami, yang pertama program Sadaya Bedas atau Satu Data Terintegrasi tentang Kebudayaan Kabupaten Bandung. Kedua adalah program Sapa Pesona Budaya Bedas. Ini kami mencoba mengenalkan dengan melakukan berbagai program kegiatan gelar seni budaya di tingkat daerah mulai di tingkat desa dan kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung,” tuturnya.
Irvan Ahmad mengungkapkan bahwa jajaran Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung dengan cara datang berkunjung atau Roadshow ke wilayah-wilayah untuk menyelenggarakan hal tersebut.
“Tahun sekarang 2026 ini insya Allah akan kami selenggarakan sebanyak kurang lebih 12 pagelaran seni dan budaya yang tersebar di wilayah desa dan kecamatan,” ungkapnya.
Terakhir, kata dia, rencana Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung untuk mewujudkan pembangunan Museum Digital Bedas.
“Insya Allah kajian akan dibangun dan disusun tahun sekarang dan ini pun telah kami komunikasikan dengan Kementerian Kebudayaan RI untuk dukungan pembangunan museum Digital Bedas tersebut,” ungkapnya.**













