Pendidikan

Di Bulan Suci Ramadan 1447 H: Ratusan Siswa Siswi SMK KP 3 Majalaya Ikuti Pesantren Ekologi

×

Di Bulan Suci Ramadan 1447 H: Ratusan Siswa Siswi SMK KP 3 Majalaya Ikuti Pesantren Ekologi

Sebarkan artikel ini

Kab.Bandung, Parahiangannews- Ratusan siswa siswi SMK KP 3 Majalaya mengikuti pesantren ekologi atau sebelumnya disebut pesantren kilat yang rutin dilaksanakan setiap memasuki bulan suci Ramadan.

Pesantren ekologi ini dilaksanakan di lingkungan SMK KP 3 Majalaya di Jalan Bebedahan Desa Talun Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung mulai hari Senin (9/3/2026) dan puncaknya pada hari Jumat (13/3/2026).

“Sebanyak 440 siswa siswi SMK KP 3 Majalaya yang ada, mayoritas mengikuti pesantren ekologi pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi ini. Pesantren ekologi ini dilaksanakan pihak sekolah rutin setiap bulan suci Ramadan,” kata Kepala SMK KP 3 Majalaya Deden Fauzi Kurnia, S.T., saat dihubungi Senin sore.

Menurut Deden, pesantren ekologi ini para siswa siswi difokuskan untuk mengikuti tausiah keagamaan yang disampaikan oleh narasumber.

“Disamping melaksanakan tausiah, para siswa juga mengikuti tadarus Al Qur’an, sekaligus mempelajari isi kandungan Al Qur’an,” harapnya.

Kepala SMK KP 3 Majalaya ini menyebutkan bahwa para siswa siswi juga diarahkan untuk meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat. Di antaranya, dengan berbagi makanan takjil kepada warga sekitar untuk persiapan berbuka puasa.

“Banyak manfaatnya dari pelaksanaan pesantren ekologi ini, selain melatih kesabaran para siswa disaat melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Para siswa juga dibina untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Deden, mahasiswa yang sedang mengikuti pendidikan strata 2 ini.

“Karena hakekatnya melaksanakan ibadah puasa bukan hanya menahan haus dan lapar saja. Tetapi bagaimana kita melatih dan mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap sesama manusia. Selain itu melatih diri kita melaksanakan puasa lahir maupun bathin, supaya puasa kita mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Aamiin yra,” ungkapnya.

Lebih lanjut Deden mengatakan melaksanakan pesantren ekologi ini juga mengarahkan para siswa untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Dengan harapan bisa menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, bersih, sehat, dan ramah lingkungan melalui pendekatan berbasis iman. Program ini menekankan pengelolaan sampah, penghijauan, efisiensi energi, dan edukasi ekologis sebagai bagian dari ibadah dan akhlak mulia,” ujarnya.

Deden mengungkapkan pesantren ekologi terkait dengan pendidikan lingkungan berbasis agama. Artinya, mengajarkan para siswa untuk menjaga alam.

Kepedulian lingkungan lainnya, khususnya dalam pengelolaan sampah. Para siswa diarahkan untuk memahami pengelolaan sampah dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan pembuatan kompos.

“Dengan harapan sampah yang dihasilkan selesai di sumbernya, yaitu di rumah masing-masing,” ujarnya.

Deden juga mendorong para siswa untuk melaksanakan gerakan tanami halaman rumah masing-masing. Hal ini dalam upaya gerakan penghijauan melalui pemanfaatan lahan kosong untuk penanaman pohon, budidaya tanaman, atau hidroponik.

“Para peserta pesantren ekologi juga harus memahami bagaimana menerapkan pertanian organik, peternakan, dan energi alternatif (misalnya biogas) yang dikelola oleh komunitas pesantren,” ujarnya.

Ia menyebutkan tujuan dari pelaksanaan pesantren ekologi ini adalah untuk membentuk santri yang berkarakter, berilmu, dan memiliki kesadaran ekologis tinggi demi keberlanjutan lingkungan hidup.**

Example 120x600

You cannot copy content of this page