Pemerintahan

Musdes Penanganan Banjir Sungai Cisunggalah, DPUTR Sampaikan 5 Poin yang Harus Disepakati Bersama

×

Musdes Penanganan Banjir Sungai Cisunggalah, DPUTR Sampaikan 5 Poin yang Harus Disepakati Bersama

Sebarkan artikel ini

Kab.Bandung, Parahiangannews- Pemerintah Desa Panyadap kembali melaksanakan musyawarah desa (musdes) penanganan banjir Sungai Cisunggalah di GOR Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Selasa (7/4/2026).

Musdes ini dihadiri jajaran Forkopimcam Solokanjeruk, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa, serta jajaran perangkat daerah lainnya. Yaitu perwakilan Disperkimtan, BPBD, Satpol PP, BBWS Citarum dan pihak lainnya, serta sejumlah warga yang terdampak banjir dari luapan Sungai Cisunggalah tersebut.

Pada paparannya, Zeis Zultaqawa menegaskan ada lima poin penting yang harus disepakati bersama dalam pelaksanaan musdes tersebut.

  1. Kepatuhan terhadap ketentuan garis sempadan sungai 5 meter.
  2. Pelanggaran garis sempadan sungai, diselesaikan dengan penertiban/pembongkaran.
  3. Uji kepemilikan tanah (ATR/BPN).
  4. Bangunan jembatan di atas sungai hanya dipergunakan untuk akses jalan umum.
  5. Masyarakat setuju untuk normalisasi Sungai Cisunggalah.

Kelima poin tersebut yang menjadi solusi penanganan banjir masih dalam proses pembahasan untuk sama-sama sepakat dan menyetujui hal itu untuk tindaklanjut penanganan banjir Sungai Cisunggalah yang melintas di Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk, maupun Desa Bojong Kecamatan Majalaya.

Untuk merealisasikan kelima poin itu membutuhkan kesadaran masyarakat yang terdampak banjir Sungai Cisunggalah. Meski di antaranya warga yang terdampak masih membicarakan ganti rugi atau ganti untung dari wacana pengerjaan normalisasi Sungai Cisunggalah.

Zeis menegaskan sepanjang 2 km aliran Sungai Cisunggalah yang melintas Desa Bojong dan Desa Panyadap menjadi prioritas dalam penanganan banjir tersebut dari belasan km aliran sungai yang mengalir dari hulu sungai di kawasan Kecamatan Paseh hingga bermuara ke Sungai Citarik.

“Di sepanjang 2 km aliran aliran Sungai Cisunggalah itu ada sekitar 70 jembatan, yang harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

Zeis menegaskan penyebab banjir akibat pendangkalan, dan aliran air terhambat oleh jembatan. Disaat aliran air mengalir deras, maka secara otomatis air meluap dan menimbulkan banjir karena tertahan oleh jembatan di atas Sungai Cisunggalah.

Sementara itu, Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo mengatakan pelaksanaan musdes ini untuk mencari solusi terbaik penanganan banjir dan jebolnya bantaran Sungai Cisunggalah, yang berdampak pada lahan permukiman dan lahan sawah.

“Kita harus sama-sama sepakat bagaimana normalisasi sungai Cisunggalah bisa dilaksanakan,” harapnya.

“Ini perlu kesadaran dari kita semua dalam pelaksanaan normalisasi sungai Cisunggalah. Mengingat ketika tanggul Sungai Cisunggalah jebol, banyak warga yang terdampak,” imbuhnya.

Camat Prabowo mengatakan Sungai Cisunggalah sudah sangat dangkal, dengan kedalaman 1,6 meter. Sejumlah jembatan sudah tidak layak di atas sungai tersebut. Jembatan sudah pendek dan ditambah aliran sungai sudah dangkal.

“Sehingga aliran air tidak lancar, apalagi ditambah dengan sampah menambah persoalan pada aliran sungai tersebut,” ucapnya.

Setiap tahun terjadi banjir di Desa Panyadap, katanya, disaat turun hujan deras. Mengingat permasalahan tidak selesai-selesai.

“Kami berharap dan mohon mendapatkan dukungan dari masyarakat. Dengan banjir di Desa Panyadap ada solusi terbaik,” harapnya lagi.

“Mari kita sama-sama selesaikan persoalan banjir ini, dengan harapan melalui pelaksanaan musdes ini ada solusi terbaik,” imbuhnya.

Kepala Desa Panyadap Teddy Julia Taufik apresiasi dengan adanya sosialisasi dan edukasi penanganan banjir yang disebabkan oleh luapan Sungai Cisunggalah.

“Dengan adanya keseriusan dari Pemkab Bandung dan BBWSC, sehingga memberikan kebanggaan bagi pemerintahan desa,” kata Teddy.

Ia menyebutkan banyak warga yang terdampak dari luapan Sungai Cisunggalah. Dalam penanganan Sungai Cisunggalah sudah banyak respon dari masyarakat.

“Apabila anggarannya sudah siap, dan stakeholder sudah siap tinggal melaksanakan aksi penanganan banjir Sungai Cisunggalah tersebut,” katanya.

Menurutnya, hasil penelitian dan penelusuran permasalahan Sungai Cisunggalah sudah sangat luar biasa. Untuk itu, ia membuka posko untuk konsultasi dan komunikasi terkait masyarakat yang terdampak banjir Sungai Cisunggalah.

“Saya berharap ada pengerukan endapan lumpur, dan dibarengi dengan penataan bangunan liar di sekitar bantaran Sungai Cisunggalah,” harapnya.

Teddy mengajak kepada masyarakat Desa Penyadap yang terdampak banjir untuk sama-sama dalam penanganan banjir.

Ketua BPD Panyadap Mahpudin turut menanggapi satu dari lima poin yang disampaikan Zeis Zultaqawa dalam musdes tersebut, yaitu uji kepemilikan tanah yang ditempati rumah warga dekat bantaran Sungai Cisunggalah.

“Berharap ada uji kepemilikan tanah (ATR/BPN). Tanah yang ditempati rumah ini milik siapa, dan jangan dulu bicara TPT. Yang paling utama tanah milik siapa, apakah milik pemerintah, BBWSC atau milik warga. Harus ada uji sertifkat tanah,” tandasnya.

Ditegaskan Mahpudin harus jelas dulu kepemilikan tanahnya. “Sisanya ya bicara normalisasi dan penggantian kalau tanahnya milik warga. Berharap pelaksanaan musdes kedua ini ada solusi,” harapnya.

Sama halnya yang disampaikan perwakilan BBWS Citarum, harus ada solusi dalam penangan banjir Sungai Cisunggalah. Apalagi dalam pelaksananya melibatkan dinas-dinas.

“Kami berharap ada solusi, yang harus kita jalani,” harapnya.

Ia berharap harus ada akses sempadan sungai dalam penanganan banjir Sungai Cisunggalah. Harus ada batas antara sempadan sungai dengan rumah warga.

“Kami berharap persoalan banjir ini bisa dipecahkan melalui musdes ini. Minta kesadaran masyarakat. Tapi akses perbaikan sungai terkendala permukiman warga yang nempel ke aliran sungai. Tidak ada jalur untuk normalisasi sungai,” ungkapnya.

Masyarakat yang selama ini terdampak banjir Sungai Cisunggalah tentunya dihantui perasaan was was ketika rumahnya dekat dengan aliran sungai, sehingga berharap ada normalisasi Sungai Cisunggalah.**

Example 120x600

You cannot copy content of this page