Kab.Bandung,Parahiangannews- Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama para pelaku usaha atau pengusaha melaksanakan rapat koordinasi penguatan pentahelix penanganan banjir di Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung.
Rapat koordinasi ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang, Rabu (2/6/2026). Pada kesempatan itu, Bupati Dadang Supriatna didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bandung Ben Indra Agusta, Kepala Dinas Pekerjaaan Umum dan Tata Ruang Zeis Zultaqawa, Kepala Disperkimtan Enjang Wahyudin, dan Kepala Satpol PP Uwais Qorni. Selain itu hadir Camat Bojongsoang Kankan Taufik dan Kepala Desa Tegalluar Galih Hendrawan.
Bupati Dadang Supriatna mengatakan bahwa pada pelaksanaan rapat koordinasi ini hanya penegasan saja, setelah sebelumnya ia menugaskan kepada para kepala dinas dalam program pentahelix untuk penanganan banjir di wilayah Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang.
“Tetapi dalam pelaksananya belum final. Maka hari ini saya hadir, setelah kemarin saya berkunjung ke lokasi (rencana pembangunan kolam retensi). Ada solusi. Saya menemukan solusi, sehingga saluran eksisting yang sudah ada diperlebar. Saluran yang tersumbat dinormalisasi kembali. Saluran yang berasal dari Kota Bandung kita buatkan. Kemudian dibuatkan kolam retensi. Inikan solusi,” kata KDS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna usai rapat koordinasi.
Bupati KDS memastikan setiap perusahaan mengalami kerugian, setiap memasuki musim hujan karena terdampak banjir. Termasuk masyarakat juga rugi, sehingga kalau terus berbicara kerugian akibat banjir sama dengan tidak ada solusi.
“Kan sudah ada Perda, berdasarkan Pasal 62 setiap pengusaha wajib memberikan hibah untuk kolam retensi sekitar 10 persen dari luas lahan yang dibebaskan. Jadi kami bukan meminta, tetapi menagih janji yang disepakati pada saat mengajukan izin,” ungkapnya.
Kenapa pemerintah pada saat itu memberikan izin? Karena memberikan toleransi. Tapi karena tidak diingatkan, para pengusaha itu terlihat lurus-lurus saja.
“Nah hari ini kita ingatkan. Kalau besok masih mempertahankan, mohon maaf. Saya sudah tugaskan, diberi surat tugas resmi, Satpol PP untuk melakukan police line dan penutupan perusahaan karena tidak komitmen terhadap apa yang sudah disepakati bersama dan dijanjikan saat mengusulkan izin,” tuturnya.
KDS menegaskan pola yang dilakukan itu untuk meminimalisir persoalan banjir yang terjadi di wilayah Sapan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang.
“Contoh danau seluas 13 hektare, berarti seluas 130.000 meter persegi kali 5 meter, berarti bisa menampung air sekitar 1 juta meter kubik air,” katanya.
Ia menyebutkan kalau 280 hektare lahan yang ada, dan sudah bisa menampung air satu juta kubik dan aliran sungainya normal, berharap bisa menyelesaikan banjir.
KDS menyebutkan titik titik lahan yang akan dibangun kolam retensi sudah ada, berdasarkan pada RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang).
“Kalau seandainya ada perusahaan yang belum membuat pembangunan di wilayah Desa Tegalluar, dan dipandang perlu harus dikaji ulang dan sebagainya, ya bisa kembali ke sawah lagi mumpung masih dalam rangka pembahasan evaluasi RTRW. Kita kembalikan ke LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) kan selesai,” tuturnya.
Bupati Bandung pun menegaskan bahwa hari ini dilaksanakan lelang untuk rencana pembangunan peninggian jalan setinggi 1 meter.**














