TNI - Polri

Kodim 0624/Kab.Bandung, Gelar Rakor Penanganan Banjir Daerah Aliran Sungai Citarum dan Permasalan Sampah di Wilayah Kota dan Kabupaten Bandung

×

Kodim 0624/Kab.Bandung, Gelar Rakor Penanganan Banjir Daerah Aliran Sungai Citarum dan Permasalan Sampah di Wilayah Kota dan Kabupaten Bandung

Sebarkan artikel ini

Kab.Bandung, Parahiangannews- Kodim 0624/Kab.Bandung, menggelar kegiatan rapat koordinasi (rakor) Penanganan Banjir Daerah Aliran Sungai Citarum dan Permasalan Sampah di Wilayah Kota dan Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Moch Toha Kodim 0624 Kab. Bandung, Jl. Soreang – Cipatik Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, Rabu(3/6/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Komisi IX, H. Asep Romi Romaya, S.E, Aster Kasdam III/Slw diwakili Pabandya Puanter Letkol Inf Agung Subekti, Dansatgas Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, S.H, Dansektor 1 Citarum Harum Kolonel Inf Makmur Siagian, Dansektor 3 Citarum Harum Kolonel Arh Dodo Masdori, Dansektor 2 Citarum Harum Kolonel Inf Dwi Kristianto, Dansektor 9 Citarum Harum Kolonel Kav Sudrajat Dirgahayu, Bupati Bandung Dr H M Dadang Supriatna, S.Ip.,M.Si., Dandim 0624/Kab Bandung
Letkol Kav Samto Betah, S.Hub.,Int, Kapolresta Bandung diwakili Wakapolresta AKBP Putu Hendra Binangkari, Walikota Bandung diwakili Kabid SDA Erni, Dandim 0618/Kota Bandung diwakili Danramil Ciwastra Kapten Inf Dwi Antono, Korwil BIN Kab Bandung Tedy Gunawan, S.Ikom, Kasiter Korem 062/Tn diwakili Pasi Bakti Mayor Inf M Syafei.

Dalam sambutannya Dandim 0624/Kab Bandung, menyampaikan bahwa dengan rakor ini agar memahami akar masalah di Kab. Bandung dan Kota Bandung.

Semoga dengan rakor ini ada solusi untuk menangani permasalahan banjir dan sampah serta bagaimana penanganannya, ujarnya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna, dalam sambutannya, mengapresiasi terhadap Satgas Citarum Harum dan menilai normalisasi Sungai Citarum oleh BBWS pada tahun 2020 telah memberikan dampak positif terhadap pengendalian banjir.

Masih menurut Bupati Bandung, persoalan sedimentasi sungai serta perlunya kejelasan kewenangan pasca berakhirnya Satgas Citarum Harum pada 2025. Mengingat keterbatasan APBD. Dan Pemkab Bandung menerapkan kolaborasi pentahelix dan mengharapkan masukan dari berbagai pihak untuk memperkuat upaya penanganan banjir dan sampah di Kabupaten Bandung dan Kota Bandung, imbuhnya.

Dansatgas Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, mengatakan, bahwa program Citarum Harum kembali berjalan sejak Maret 2026 dengan dukungan Pemprov Jawa Barat dan kolaborasi pentahelix. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi limbah industri, penumpukan sampah, sedimentasi Sungai Citarum yang memicu banjir, serta keterbatasan dukungan alat berat untuk normalisasi sungai.

Selain itu, masih ditemukan persoalan Keramba Jaring Apung, pembukaan lahan ilegal, limbah peternakan, dan limbah domestik yang mencemari sungai, ucapnya.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kepedulian seluruh pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung keberhasilan Program Citarum Harum, pungkas Dansatgas Citarum Harum.

Anggota Komisi IX DPR RI, H. Asep Romi Romaya mengatakan, informasi terkait permasalahan daerah saat ini sangat cepat tersebar melalui media sosial, meskipun kebenarannya perlu diverifikasi, namun dapat menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak.

Kabupaten Bandung sebagai salah satu daerah yang sering menjadi perhatian terkait persoalan banjir, ucapnya.

Saya berharap rapat koordinasi dapat menghasilkan solusi konkret dalam penanganan banjir dan sampah di Kabupaten Bandung dan Kota Bandung, kata H.Asep Romy Romaya

Dan dirinya mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan.

Tim Teknis BBWS Citarum mengatakan, bahwa wilayah kerja BBWS Citarum meliputi seluruh Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, mulai dari hulu di kawasan Gunung Wayang, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung hingga hilir di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

Komitmen BBWS Citarum untuk melaksanakan pengerukan dan penanganan sedimentasi pada sejumlah sungai prioritas, yaitu Sungai Citepus, Cipamokolan, Cisangkuy, dan Cikapundung guna meningkatkan kapasitas aliran air dan mendukung pengendalian banjir, ucapnya.

Dalam kegiatan rakor tersebut dilaksanakan sesi diskusi yang dipandu oleh Dandim 0624 Kab. Bandung.

Dandim 0624/Kab Bandung mengutarakan kondisi dan permasalahan banjir adalah permasalahan dan faktor – faktornya, drainase, pembersihan saluran belum rutin, genangan menghambat mobilitas warga.

Walikota Bandung diwakili Kabid SDA menyampaikan penanganan banjir dan sampah di Kota Bandung, sampah berasal dari Kab. Bandung Barat, Kota Bandung dan Kab. Bandung. kita siap bersama – sama untuk membersihkan sampah tersebut. Walikota sudah menyiapkan petugas memilah sampah untuk mengurangi sampah. Terkait permasalahan banjir sudah dibangun 16 kolam retensi untuk parkir air, pompa air untuk menyalurkan air ke kolam retensi, sumur resapan dalam untuk menyerap air di titik banjir Kota Bandung, imbuhnya.

Selain itu, melaksanakan penanaman dan mempunyai anggaran. Dalam setahun 10.000 pohon, kita siap untuk menyumbang pohonnya yang berbatasan dengan Kota Bandung.

Tim Teknis BBWS Citarum mengutarakan penanganan banjir ini meminta waktu sekitar 1 bulan untuk eksen BBWS Citarum.

Ketua Apindo Kab. Bandung mengatakan mendukung program pemerintah. Terkait bantuan kami akan rapatkan dengan anggota Apindo.

Kadis PUTR Kab. Bandung mengatakan penyebab banjir sedimentasi, tanggul jebol, penyempitan badan sungai, banyak jembatan melintang, kami inten mengurusi masalah banjir di Kab. Bandung.

Titik banjir di Kab. Bandung antara lain, jalan Dayeuhkolot depan Ria Busana, Cikarees Kec. Baleendah, jalan Sukabirus Kec. Dayeuhkolot. Anggaran penanganan banjir di beberapa kecamatan sebesar 65 miliar rupiah dari tahun 2021 – 2026, ucapnya.

Bupati Bandung menyampaikan kita sepakat permasalahan material sedimentasi langsung membentuk pentahelik tingkat Kab. Bandung. Bentuk tim kecil dulu. Sampah dan sedimentasi akan mengusulkan alat berat, terkait BBM ke Apindo.Kita tindaklanjuti pada tanggal 07 Juni 2026 langsung ke maping, kita bentuk pentahelik tingkat Kab. Bandung. Para Danramil agar mengetahui isu – isu di wilayahnya.

Sementara itu dari Bank Sampah Bersinar mengatakan kami mengalokasikan sekian persen penghasilan untuk mengurus sampah. Aksi nyata kami adalah edukasi, bank sampah, dan lumbung pangan untuk wilayah setempat dan serapan sampah 2 -3 ton setiap hari.

Adapun rekomendasi dalam kegiatan rakor tersebut yaitu Kab. Bandung akan bergerak bersama – sama terkait persampahan 1500 ton per hari baru bisa diatasi 200 ton per hari dengan akan mengurangi dengan pemilahan di tingkat rumah menjadi pupuk dan sampah plastik ada yang siap menampung. Mohon dukungan kepada semua pihak dengan konten pemilahan sampah agar masyarakat memilah sampah dari rumah.

Ide Program Sampah Bersinar adalah yang di mulai memilah sampah menjadi Sampah Bersinar tingkat Kelurahan RW, RT dan rumah.

Danramil dengan Babinsa untuk kolaborasi dengan Bank Sampah untuk melaksanakan sosialisasi. Kita tinggal bergerak dari masyarakat.

Akan melaksanakan edukasi terhadap masyarakat sebagai ujung tombak agar masyarakat bisa mengelola sampah dengan benar.

Akan melaksanakan sosialisasi terhadap salah satu desa untuk percontohan.

Penanaman pohon keras yang di mulai dari hulu***

Example 120x600

You cannot copy content of this page