Kab.Bandung, Parahiangannews – Pengerjaan normalisasi Sungai Cisungalah Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung terus dikebut. Dua unit alat berat back hoe terus bekerja optimal melaksanakan pengerukan endapan lumpur sedalam 1,5-2 meter.
Pengerjaan normalisasi Sungai Cisungalah ini digagas oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui program pentahelix dengan melibatkan para pelaku usaha atau pengusaha, masyarakat, unsur pemerintah dan pihak lainnya.
Pantauan di lapangan, Sabtu (6/6/2026), alat berat back hoe fokus pada pengerukan endapan lumpur di sekitar Komplek SD Panyadap. Sehingga aliran Sungai Cisungalah terlihat lebih dalam untuk menampung volume atau debit air disaat memasuki turun hujan.
Saat ini karena tidak ada turun hujan, Sungai Cisungalah terlihat kering dan tidak ada aliran air. Sehingga memudahkan operator alat berat back hoe untuk bekerja melaksanakan pengerukan endapan lumpur.
Pengerjaan normalisasi Sungai Cisungalah ini dikawal terus oleh Ketua Pentahelix Asep Hana Kirana, selain Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo, Kasi Pembangunan Cucu Munajat, serta jajaran Satpol PP dan Satlinmas Kecamatan Solokanjeruk terus mengawal di lokasi pengerjaan normalisasi Sungai Cisungalah tersebut.
Masyarakat juga terlihat antusias memberikan dukungan dalam proses pengerjaan normalisasi Sungai Cisungalah tersebut.
Ketua Pentahelix Asep Hana Kirana mengatakan bahwa panitia pentahelix masih fokus pada pengerjaan pengerukan endapan lumpur Sungai Cisungalah.
“Mumpung tidak ada aliran air, sehingga pengerukan endapan lumpur bisa lebih mudah dan optimal untuk diangkat dan diangkut dari penampang aliran sungai tersebut,” kata Asep.
Asep mengatakan optimalisasi pengerukan endapan lumpur ini memanfaatkan kondisi cuaca tidak ada turun hujan, sehingga tidak ada aliran air di sungai. Sebab jika ada aliran air akan menghambat proses pengangkatan lumpur dari aliran sungai.
“Setelah pengerukan endapan lumpur, pengerjaan pun nantinya fokus pada pembongkaran jembatan yang berpotensi menghambat aliran air dan menyebabkan banjir. Tapi sudah ada beberapa jembatan yang dibongkar. Proses pembongkaran jembatan pun dengan kesadaran masyarakat bekerja sama dengan panitia pentahelix” katanya.
Dikatakannya, sedangkan jembatan umum yang digunakan masyarakat untuk berlalulintas, meski dibongkar tetapi akan dibangun kembali dengan segera dengan kondisi fisik jembatan lebih tinggi supaya tidak menghambat aliran air sungai.
“Kami selaku panitia pentahelix dan atas nama Bupati Bandung mengucapkan terima kasih kepada masyarakat maupun para pelaku usaha yang sudah mendukung program pentahelix. Ini sebagai bukti konkret berbagai stakeholder dalam mensukseskan program pentahelix penanganan banjir Sungai Cisungalah untuk menuju Kabupaten Bandung yang lebih Bedas,” tuturnya.**













