Kab.Bandung, Parahiangannews- Program pentahelix normalisasi Sungai Cisungalah terus dioptimalkan. Panitia pentahelix penanganan banjir Sungai Cisungalah di Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung hingga Rabu (10/6/2026), masih bekerja keras melakukan pengerukan endapan lumpur sedalam 2 meter.
Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo bersama jajaran Forkopimcam Solokanjeruk dan Ketua Panitia Pentahelix Asep Hana Kirana serta sejumlah pihak melaksanakan rapat evaluasi progres pengerjaan normalisasi Sungai Cisungalah di Aula Kecamatan Solokanjeruk pada hari Rabu pagi.
Asep Hana Kirana mengatakan bahwa dua alat berat back hoe yang disiapkan panitia pentahelix normalisasi Sungai Cisungalah sudah sampai di titik finish pengerjaan normalisasi Sungai Cisungalah yang masuk Desa Panyadap ke arah hulu atau selatan aliran sungai.
“Hari ini alat berat back hoe melakukan perapihan dan kembali ke bagian hilir aliran Sungai Cisungalah ke arah utara, baik yang masuk ke Desa Panyadap maupun Desa Padamukti yang sebelumnya telah melewati proses pengerjaan pengerukan endapan lumpur,” ujarnya.
Selama seminggu kedepan, kata Asep, alat berat back hoe masih melakukan pengejaran pengerukan normalisasi, terutama di wilayah aliran Sungai Cisungalah yang masuk Desa Padamukti yang belum melewati proses pengerjaan pengerukan endapan lumpur.
Asep mengatakan bagian TPT atau tembok penahan tanah atau luapan air sungai yang ambrol pascadilaksanakannya normalisasi pengerukan aliran sungai, panitia pentahelix sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung.
“Dari hasil koordinasi itu, DPUTR siap membangun kembali TPT yang ambrol tersebut. Karena dengan pentahelix belum tercover biayanya untuk membangun kembali TPT yang ambrol tersebut,” katanya.
Asep menegaskan forum pentahelix sementara ini fokus pada pengerukan normalisasi Sungai Cisungalah. Sementara itu untuk penataan jembatan yang ada di atas aliran sungai itu, katanya, juga belum bisa terakomodir oleh forum pentahelix.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat rapat di Soreang, Asep menjelaskan, untuk penataan jembatan masih menunggu anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum RI.
“Setelah normalisasi atau pengerukan Sungai Cisungalah selesai, kita menunggu penataan atau pembangunan kembali jembatan-jembatan yang sudah dibongkar. Terutama jembatan yang nantinya menjadi akses umum masyarakat, yang paling utama akses untuk anak SD Panyadap di Desa Panyadap,” tuturnya.
Asep mengatakan jembatan akses anak-anak sekolah yang sudah dibongkar dan belum dibangun kembali, sementara ini menggunakan jembatan alternatif yang ada di sebelah bangunan komplek SD tersebut.
“Jembatan alternatif itu juga kondisinya sudah sangat tidak layak untuk anak-anak SD menyebrang. Kita juga sangat tidak berharap ada insiden seperti jatuh, terpeleset atau saling dorong-dorong di jembatan alternatif itu, sehingga perlu ada alat bantu pengamanan,” katanya.
“Hari ini kita lakukan pemagaran kanan kiri jembatan tersebut. Untuk mencegah terjadinya dorong-dorong di antara para siswa, kemudian terpeleset dan jatuh ke sungai,” imbuhnya.
Lebih lanjut Asep mengatakan bahwa para pelaku usaha di Kecamatan Solokanjeruk sudah memberikan kontribusi nyata walaupun belum sesuai dengan harapan atau rencana sebelumnya.
“Dana yang terkumpul itu kita perhitungkan hanya cukup untuk pengerukan normalisasi Sungai Cisungalah saja. Karena ada sebagian dari pentahelix ini untuk dibelanjakan material batu untuk pembangunan TPT yang jebol. Termasuk jembatan yang dibongkar itu juga harus ditutup, kembali tatkala air datang di sungai tersebut. Hanya sebatas itu kemampuan pentahelix saat ini,” ujarnya.**














