Kab.Bandung, Parahiangannews- Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah, S.Hub.Int., menghadiri kegiatan kunjungan Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, dan Menteri Sosial RI, Drs. Saifullah Yusuf, dalam rangka penandatanganan kesepahaman bersama kementerian pariwisata dan kementerian sosial tentang sinergi tugas dan fungsi di bidang pariwisata sosial. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Poltekpar NHI Bandung Jln. Radio Desa Citereup Kecaamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Kamis(23/7/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Sosial RI Drs. Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Sosial RI
Agus Jabo Priyono, Sesmen Pariwisata RI Bayu Aji, Direktur Poltekpar NHI Bandung Dr. Anwari Masatip, S.Sos, M.M.Par, CEE., Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Dandim 0624/Kab. Bandung Letkol Kav Samto Betah, S.Hub.Int., Mewakili Kapolresta Bandung
Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Kompol Rudy Sudaryono, S.I.K.,M.M, Camat Dayeuhkolot Drs. Asep Suryadi, M.K.P., Danramil Dayeuhkolot Kapten Cke Asep Yohana, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya Menteri pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana mengatakan “Kementerian Pariwisata mendukung penuh program Presiden dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia sebagai fondasi utama pembangunan nasional menuju Indonesia Emas.
Pada hari ini Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Sosial akan melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan kemajuan bangsa melalui sinergi di bidang pendidikan, pengembangan SDM, dan pariwisata, ucapnya.
Menteri Pariwisata RI menambahkan, bahwa sektor pariwisata terus berupaya membuka berbagai peluang usaha, mulai dari penguatan pelaku UMKM hingga penciptaan lapangan kerja. Saat ini sektor pariwisata telah mampu menyerap sekitar 2,9 juta tenaga kerja, sehingga diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, ungkapnya.
Sambungnya, Kementerian Pariwisata akan terus membentuk SDM unggul yang mampu meningkatkan daya saing sektor pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, Program Sekolah Rakyat dipandang sebagai salah satu pintu pembentukan karakter generasi muda yang berkualitas dalam rangka mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.
Masih menurut Menteri Pariwisata RI, pendidikan yang berkualitas merupakan investasi yang sangat penting bagi kemajuan sektor pariwisata, baik untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata dalam negeri maupun meningkatkan daya saing SDM Indonesia di tingkat internasional.
Politeknik Pariwisata merupakan salah satu institusi pendidikan vokasi terbaik di Indonesia yang diharapkan mampu mencetak generasi muda yang kompeten, profesional dan memiliki daya saing tinggi di dunia pariwisata, katanya
Bahwa Nota Kesepahaman yang akan ditandatangani mencakup pemanfaatan lahan seluas 7 hektare, terdiri dari zona pendidikan, zona pemukiman, zona olah raga dan rekreasi, zona pengembangan dan stadion bersama sebagai mendukung peningkatan SDM yang unggul dan berkelanjutan, pungkasnya.
Sementara itu Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Menteri Pariwisata atas dukungan dan komitmennya dalam menyerahkan aset kepada Kementerian Sosial guna mendukung percepatan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Bahwa di tengah dinamika dan tantangan situasi global saat ini yang tidak menentu, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor strategis yang terus didorong karena memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan negara, menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan perekonomian nasional, katanya.
Sambung Mensos, Presiden Republik Indonesia menilai proses pembangunan Indonesia yang berkelanjutan telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama, khususnya terkait ketimpangan dan kesenjangan sosial yang berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, sekitar 4 juta anak Indonesia belum dapat mengenyam pendidikan akibat keterbatasan ekonomi. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah terus mengembangkan Program Sekolah Rakyat yang saat ini telah hadir di 166 lokasi, meskipun sebagian besar fasilitas yang digunakan masih berstatus pinjam pakai, katanya.
Pembangunan Sekolah Rakyat juga terus berjalan. Saat ini sekitar 100 titik sedang dalam proses pembangunan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, dengan penyediaan lahan oleh pemerintah daerah serta pembiayaan yang bersumber dari APBN, ungkapnya.
Dalam proses penerimaan peserta didik nantinya, pemerintah akan melaksanakan tes DNA Talent (pemetaan bakat) guna mengidentifikasi potensi dan kemampuan masing-masing siswa. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam mengarahkan dan mengembangkan bakat peserta didik agar sesuai dengan potensi yang dimiliki untuk menghadapi masa depan.
Bapak presiden RI berharap lulusan Sekolah Rakyat nantinya mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, serta menjadi tenaga kerja yang terampil, profesional, dan memiliki daya saing tinggi, baik untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja di dalam negeri maupun di tingkat internasional, pungkas Menteri Sosial RI***














