Pemerintahan

Fenomena Kemarau Basah, Bupati Dadang Supriatna: Ketika Musim Kemarau Sewaktu-waktu Disertai Hujan Cukup Tinggi

×

Fenomena Kemarau Basah, Bupati Dadang Supriatna: Ketika Musim Kemarau Sewaktu-waktu Disertai Hujan Cukup Tinggi

Sebarkan artikel ini

Kab.Bandung, Parahiangannews – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan sebutan kemarau basah.

Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., mengatakan, kemarau basah adalah fenomena cuaca yang terjadi ketika musim kemarau disertai dengan hujan yang cukup tinggi.

“Istilah ini digunakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menggambarkan situasi ketika musim kemarau tidak sepenuhnya kering, melainkan masih ada curah hujan yang signifikan,” kata Bupati Dadang Supriatna diamini Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama di Soreang, Sabtu (31/5/2025).

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjut Bupati Bandung, BMKG telah memprediksi bahwa musim kemarau di Indonesia akan mengalami kondisi lebih basah dari biasanya.

“Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti fenomena La Nina dan Indian Ocean Dipole Mode (IOD) negatif, yang dapat meningkatkan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia,” ujar Dadang.

Ia menjelaskan karakteristik kemarau basah. Mulai dari curah hujan tinggi. Kemarau basah ditandai dengan curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya selama musim kemarau.

Kemudian variasi wilayah: Dijelaskan, kemarau basah dapat terjadi di beberapa wilayah Indonesia, sementara wilayah lain mengalami kemarau kering.

Dikatakan, dampak Positif dan Negatif terjadinya kemarau basah: Kemarau basah dapat memiliki dampak positif, seperti meningkatkan ketersediaan air untuk pertanian, namun juga dapat memiliki dampak negatif, seperti peningkatan potensi banjir dan longsor.

“Dalam prediksi musim kemarau 2025, BMKG memperkirakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau dengan curah hujan normal atau sama dengan biasanya. Namun, beberapa wilayah diprediksi akan mengalami kemarau lebih pendek dari biasanya,” ujarnya.**

Example 120x600

You cannot copy content of this page