Pendidikan

PKBM Pertiwi Indonesia Laksanakan Kegiatan Akreditasi

×

PKBM Pertiwi Indonesia Laksanakan Kegiatan Akreditasi

Sebarkan artikel ini

Kab.Bandung, Parahiangannews- Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Pertiwi Indonesia yang berada dibawah naungan dari Yayasan Bunda Pertiwi Indonesia menggelar kegiatan akreditasi yang dilaksanakan di Kampus PKBM Pertiwi Indonesia, Jalan Pasir Angin Kampung Bebedahan Desa Talun Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung.

Dalam kegiatan tersebut nampak hadir Kades Talun beserta jajaran perangkat desa, Ketua Yayasan Bunda Pertiwi Indonesia, Tim Assesor, Penilik PKBM Kecamatan Ibun, ketua PKBM Pertiwi Indonesia beserta jajaran dan tamu undangan lainnnya.

Akreditasi PKBM adalah proses penilaian kualitas lembaga pendidikan non-formal untuk memastikan kelayakannya berdasarkan delapan standar nasional, yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional PDM.

Disela sela kegiatan, Penilik Dikmas Kecamatan Ibun, Noorman, M.M., mengatakan, ” dengan adanya akreditasi itu sebetulnya untuk memperkuat legalitas formal PKBM itu sendiri, biar lebih leluasa untuk mensukseskan program pemerintah, karena diluar sana mungkin orang masih baru sekedar tahu, tidak paham betul apa itu PKBM.

“PKBM itu adalah lembaga pendidikan yang membantu program pemerintah untuk menuntaskan program wajar dikdas 13 tahun”, ucapnya.

Penilik Dikmas Kecamatan Ibun mengatakan, “jadi dengan adanya akreditasi, legalitas formal PKBM jauh lebih kuat untuk kepercayaan masyarakat juga, biar masyarakat lebih yakin, tidak hanya sekedar tahu bahwa PKBM meluluskan Paket B, Paket C”.

Ada proses yang harus ditempuh. Dan sekarang kan yang namanya PKBM itu (Paket B, Paket C) itu namaya kesetaraan.

Jadi PKBM setara dengan pendidikan formal ( diluar SMP dan SMA ), imbuh Noorman.

Noorman berharap, ” mudah mudahan dengan adanya akreditasi, PKBM bisa lebih membantu program pemerintah untuk mensukseskan 13 tahun wajar dikdas.

Ketua Yayasan Bunda Pertiwi Indonesia , Asep Juarsa, S.E., mengatakan kegiatan akreditasi yang digelar oleh PKBM Pertiwi Indonesia merupakan suatu momentum yang memang menjadi penguatan terhadap program kerja PKBM, dimana yang sebelumnya kita bergabung dengan PKBM lain, ” nah sekarang dengan di akreditasi ini diharapkan seluruhnya fokus di PKBM Pertiwi Indonesia”.

“Jadi kewenangannya sudah terpisah. Dan punya kewenangan yang cukup dengan legalitas yang ada, dan nanti kita lihat hasil akreditasi”, kata Asep Juarsa.

Saya berharap dari Yayasan, PKBM Pertiwi Indonesia bisa lebih dioftimalkan, ada kegiatan kegiatan yang secara real, ada kegiatan yang bisa berjalan, ujarnya

Diakhir, Asep Juarsa berharap kedepannya, dengan adanya pelaksanaan akreditasi ini, PKBM Pertiwi Indonesia mampu bersaing dengan PKBM-PKBM lain, dan bisa dipercaya masyarakat umum.

Diungkapkan Asep Juarsa, bahwa ijazah PKBM itu sudah diakui oleh negara, sehingga masyarakat sudah tidak ragu lagi dengan ijazah kesetaraan. Mau kuliah, mau kerja, mau jadi ASN/ PNS. Dengan adanya izajah kesetaraan, berpeluang sangat besar bagi masyarakat Indonesia, tegasnya.

Kepala Desa Talun Euis Tuti, S.H., dalam keterangannya menyambut baik dan mengapresiasi dengan pelaksanaan akreditasi di PKBM Pertiwi Indonesia.

Saya berharap semoga PKBM Pertiwi Indonesia bisa semakin maju dan maju lagi dan para siswa nya semakin banyak. Dan semoga kedepannya dapat meningkatkan Index Pembangunan Manusia (IPM) Desa Talun, IPM Kecamatan Ibun dan IPM Kabupaten Bandung dalam bidang pendidikan, ujar Kades Euis Tuti.

Ketua PKBM Pertiwi Indonesia, Usep Kusnawan, S.Pd., PKBM Pertiwi Indonesia didirikan karena melihat banyaknya anak yang putus sekolah.

Maka dengan ini, seiring dengan program pemerintah, atas arahan dari ketua Yayasan juga, ingin masyarakat yang putus sekolah menjadi trampil dan bisa mandiri berdiri sendiri.

“Jadi tidak berfokus bekerja di orang lain, tapi bisa mandiri bekerja sendiri ( membuka usaha sendiri), untuk nanti kedepannya, ujarnya.

Diakhir, Usep Kusnawan, mengajak warga Kecamatan Ibun dan sekitarnya yang mempunyai anak putus sekolah, berlomba lomba lah untuk mencari ilmu / belajar di PKBM Pertiwi Indonesia.

Sementara itu, salah satu tim Assesor,
Puspa Puspitasari, mengatakan, ” kami ini adalah Assesor yang ditugaskan oleh BAN PDM.

BAN PDM adalah adalah sebuah lembaga independen yang tidak dipengaruhi oleh lembaga lain, tetapi mempengaruhi kepada lembaga yang lain.

Dikatakannya, tujuan kami, visitasi akreditasi adalah memotret sekolah. ” Jadi kami hanya bertugas memotret saja”. Hasilnya, kami laporkan ke BAN PDM.

masih menurut Puspa, nanti dari BAN PDM dari proses visitasi ini, ada proses yang lain yaitu proses validasi, tentu saja bukan kami orangnya. Setelah validasi, nanti akan ada proses verifikasi, itu pun bukan orang yang sama, jelasnya.

Selanjutnya, baru ada sidang pleno untuk penentuan.

“Jadi kami datang kesini hanya memotret saja, memotret semua alat dengan alat memotretnya yaitu perangkat IASP yang sudah disahkan oleh BAN PDM. Itu sama se Indonesia, mau sekolahnya ada di pedesaan, mau sekolah di tengah kota pun, IASP nya sama”jelasnya.

Diakhir, Puspa Puspitasari berharap, Semua sekolah, semua PKBM terakreditasi, sehingga semua PKBM mendapatkan legalitas untuk menandatangani ijazah, wajib belajar yang ada di sekolah disini, pungkasnya**

Example 120x600

You cannot copy content of this page