Kab.Bandung, Parahiangannews- Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Nasdem, Daerah Pemilihan 6, Toni Permana, S.H., melaksanakan kegiatan reses masa sidang I tahun 2025 yang dilaksanakan di Villa Asri Jalan Raya Ciparay-Pacet, Desa Cipeujeuh Kecamatan Pacet, Kamis(06/11/2025).
Dalam kegiatan tersebut nampak hadir, Kades Cipeujeuh, Ketua PK Partai Nasdem Kecamatan Ciparay dan Kecamatan Pacet, Pengurus Ranting Partai Nasedem Se Kecamatan Ciparay dan Pacet serta para peserta reses.
Seusai kegiatan, Toni Permana mengatakan, ” saya tadi memaparkan beberapa hal yang sifatnya memang informasi terkait rencana kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung yang Insya Allah yang mungkin akan kita bahas, sebetulnya nanti mulai hari Senin di rapat Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bandung.
Masih menurut Toni Permana, yang pertama adalah menyampaikan terkait rencana penambahan penyertaan modal ke BPR Kerta Raharja sebesar Rp10 miliar. Itu kita fokuskan penyertaan modal ini untuk membantu tiga sektor. Jadi kita pingin fokus membantu sektor pertanian, perdagangan dan pariwisata.
“Jadi nanti dari penambahan modal 10 miliar rupiah ini tidak boleh digunakan atau dipinjamkan ke pihak lain selain tiga sektor itu”, imbuhnya.
Sambung, Toni Permana, yang kedua kita juga Pemerintah Kabupaten Bandung sudah sepakat dengan DPRD untuk menyertakan modal / penyertaan modal non permanen. Jadi kita menitipkan anggaran Rp 20 Miliar untuk kepentingan masyarakat terkait pinjaman tanpa bunga.
Lanjut Legislator Partai Nasdem dari Dapil 6 Kabupaten Bandung, terus yang ketiga, saya juga mensosialisasikan terkait adanya kebijakan pemerintah pusat yang mengurangi transfer ke daerah kurang lebih satu miliar rupiah. “Ini memang akan berdampak pada sisi pelayanan di pemerintahan, dari pemerintahan tingkat bawah dari mulai tingkat desa, kecamatan juga dinas-dinas.
Sambung Toni, Terkait kebijakan ini cukup memberatkan bagi Pemerintah Kabupaten Bandung, walaupun di sisi lain kita tahu bahwa kebijakan pengurangan ini, itu dampak dari ada beberapa fokus program strategis pemerintah pusat yaitu MBG, pembentukan KDKMP dan juga sekolah rakyat, kata nya.
“Jadi memang pada sisi yang lain, kita ini dikurangi. Tapi sebetulnya pada sisi yang lain lagi, ada perputaran uang yang cukup besar khususnya nanti di Koperasi Merah Putih dan juga MBG, dimana ada perputaran uang. “Kalau kita pahami dikurangi 1 triliun, tetapi digantinya melalui supporting pemerintah pusat terhadap koperasi desa merah putih dan mbg, mbg itu cukup besar di Kabupaten Bandung kalau ga salah nilainya 5 sampai 6 triliun”, ungkapnya.
Diakhir Toni Permana berharap, “harapan kita walaupun terjadi pengurangan, tetapi pelayanan harus tetap dimaksimalkan, pungkasnya***













