Kab.Bandung, Parahiangannews – Camat Ciwidey Nardi Sunardi menjelaskan bahwa empat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung sudah bersinergi atau kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program strategis nasional Makan Bergizi Garis (MBG).
“Keempat desa itu yakni Desa Panyocokan, Desa Ciwidey, Desa Sukawening dan Desa Lebakmuncang. Itu dari tujuh desa di Kecamatan Ciwidey,” kata Camat Nardi saat dihubungi, Jumat (16/1/2026).
Menurut Nardi, kerja sama KDMP dengan SPPG pada program MBG itu, mulai dari suplai bahan baku telur, sayuran dan lainnya.
“Tetapi mayoritas sayuran. Alhamdulillah, sudah mulai menguntungkan secara ekonomi bagi KDMP, walaupun dalam pelaksananya secara bertahap,” ujarnya.
Sementara tiga desa lainnya, yaitu Desa Panundaan, Desa Rawabogo dan Desa Nengkelan belum melaksanakan kerja sama dengan SPPG, karena di tiga desa itu belum ada SPPG atau dapur MBG-nya.
“Di tiga desa itu lagi persiapan untuk pembangunan SPPG atau dapur MBG,” ujarnya.
Ia menyebutkan sebanyak 29.444 jiwa sasaran penerima manfaat program MBG di Kecamatan Ciwidey.
Lebih lanjut Camat Nardi mengungkapkan di wilayah Kecamatan Ciwidey sudah ada dua desa, yakni Desa Panyocokan dan Desa Rawabogo sudah mulai melaksanakan pembangunan gerai KDMP.
“Di dua desa itu, dalam pembangunan gerai KDMP-nya memanfaatkan tanah carik desa. Di Desa Panyocokan, progres pembangunan gerai KDMP sudah mencapai sekitar 30 persen. Sedangkan Desa Rawabogo sudah mencapai sekitar 20 persen karena baru sebulan lalu mulai dibangunnya. Berharap dalam waktu satu bulan kedepan bisa tuntas dalam pembangunannya, karena masuk tahap pertama pembangunan gerai KDMP,” tuturnya.
Lima desa lainnya, kata dia, ada kendala dalam luasan lahan untuk pembangunan gerai KDMP. Misalnya, Desa Ciwidey lahannya kurang dari 600 meter persegi. Sedangkan Desa Sukawening lahannya tanah carik desa, tapi ada pagar dan bangunan milik Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.
“Kemudian di Desa Panundaan, tanahnya punya Kementrian Hukum dan HAM. Desa Nengkelan, lahannya kurang dari 1000 meter persegi. Tapi proses administrasinya sudah ditempuh oleh pemerintah desa di lima desa tersebut. Tinggal menunggu jawaban dari pihak terkait,” tuturnya.
Dikatakan Camat Nardi, Desa Rawabogo dan Desa Panyocokan masuk tahap pertama dalam pembangunan gerai KDMP.
“Mudah-mudahan yang lima desa itu, dan minimal tiga desa masuk ke tahap kedua dalam pembangunan gerai KDMP. Ketiga desa itu, yakni Desa Ciwidey, Desa Sukawening dan Desa Panundaan. Termasuk Desa Rawabogo dan Desa Panyocokan. Terutama yang lahannya dibawah 600 meter persegi itu sudah sangat siap untuk dibangun gerai KDMP,” ungkapnya.
Ia berharap desa-desa yang belum membangun gerai KDMP bisa segera terbangun. Camat terus berkolaborasi dengan jajaran Forkopimcam Ciwidey, baik dengan Danramil Ciwidey dan Kapolsek Ciwidey.
“Kita pun terus melaksanakan rapat koordinasi dan rapat evaluasi progres kaitan dengan program MBG. Kaitan dengan KDMP, bagaimana dengan gerai maupun penjualan sembako. Selain itu membahas tentang pembangunan gerai, dan kendala atau permasalahannya seperti apa,” ujarnya.**
Camat Ciwidey Nardi Sunardi saat pimpin rapat persiapan pembangunan gerai KDMP Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, baru-baru ini.













