Pemerintahan

Camat Prabowo Apresiasi Desa Bojongemas Sudah Bisa Kelola Sampah 2-3 Ton Perhari

×

Camat Prabowo Apresiasi Desa Bojongemas Sudah Bisa Kelola Sampah 2-3 Ton Perhari

Sebarkan artikel ini

Kab.Bandung, Parahiangannews- Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo didampingi Sekretaris Kecamatan Solokanjeruk Agung Rahadian melaksanakan peninjauan ke lokasi pengolahan sampah mandiri di Desa Bojongemas Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Jumat (10/4/2026).

Camat Solokanjeruk pun memberikan apresiasi kepada para pengelola TPS3R
(Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) di Desa Bojongemas karena sudah bisa mengelola sampah secara mandiri, bahkan bisa menampung sampah dari luar desa.

“Mulai dari sampah pabrik industri, pertokoan asal luar desa. Itu total 10 ton perminggu atau dengan mengelola sampah 2-3 ton perhari,” kata Prabowo.

Camat Prabowo melihat langsung bagaimana para pengelola sampah itu dalam mengembangkan inovasinya. Salah satunya memanfaatkan sampah residu dari sisa pembakaran untuk pembuatan batako yang bisa digunakan untuk material pembangunan.

“Di TPS3R Desa Bojongemas ini sudah bisa memproduksi batako dari bahan baku residu sisa pengelolaan sampah. Selain mengolah sampah, juga ada nilai ekonominya bagi warga yang mengelola sampah tersebut,” katanya.

Prabowo menyebutkan dalam pengelolaan sampah di Desa Bojongemas, saat ini sudah bisa selesai diolah dengan menggunakan alat Motah atau mesin olah runtah.

“Pemilahannya tetap berjalan, seperti sampah plastik dikumpulkan, sedangkan sampah yang tidak bernilai dibakar. Setelah dibakar kemudian residunya digunakan untuk produksi batako,” ujarnya.

Camat Prabowo mendorong desa-desa lainnya untuk mengelola sampah di desanya sendiri. Minimal sampah yang dikerjasamakan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung sedikit.

“Kita mendorong sesuai dengan arahan Pak Bupati Bandung, bahwa Pak Bupati akan memberikan reward kepada desa yang memiliki inovasi dalam lingkungan atau pengelolaan sampah. Kita juga mendorong kepada desa-desa untuk memiliki inovasi dalam pengelolaan sampah walaupun sama dalam pengelolaannya, tetapi dengan metode yang berbeda-beda,” tuturnya.**

Example 120x600

You cannot copy content of this page