Kab.Bandung, Parahiangannews- Kampung Sunda Kamojang yang berada di Desa Laksana Kecamatan Ibun merupakan salah satu destinasi wisata yang mengandung konsep edukasi budaya dengan alam khas tatar Sunda, dan keberadaan Kampung Sunda Kamojang dipergunakan untuk event – event yang bersifat edukasi, salah satu event yang sedang dilaksanakan saat ini ( Minggu, 6/9/2026) adalah mober dan edukasi ayam pelung Ibun Cup I tahun 2026
Dengan adanya kegiatan mober atau moe bersama dan edukasi ayam pelung Ibun Cup I tahun 2026
di Kampung Sunda Kamojang tersebut diapresiasi oleh Ahmad Saepul Rahman atau yang biasa di sapa Mang Ucup sebagai pengurus Kampung Sunda Kamojang Desa Laksana.
Menurut Mang Ucup, mober atau moe bareng merupakan tradisi berkumpulnya para pencinta (pelungers) untuk melatih mental dan menguji kualitas suara ayam dalam suasana yang lebih santai dibanding kontes resmi.
Adapun tujuan utamanya yaitu untuk melatih mental ayam pelung agar terbiasa berkokok di atas gantangan dan di tengah keramaian.
Selain itu lanjutnya, dengan adanya kegiatan tersebut itu menjadi ajang silaturahmi, bertukar informasi, serta transaksi jual-beli antar peternak atau penghobi.
Mang Ucup mengungkapkan bahwa sistem penilaian dalam kegiatan mober dan edukasi ayam pelung biasanya tetap menggunakan juri, namun dengan format yang lebih sederhana.
Ditambahkannnya edukasi dalam ayam pelung ini sangat penting bagi pemula agar tidak salah dalam memilih, merawat, atau menilai ayam pelung. Dan edukasi ini biasanya mencakup tiga aspek utama yaitu edukasi suara (kualitas utama) dimana harus memahami standar suara ayam pelung yang dinilai dalam kontes, yang terdiri dari tiga bagian yaitu angkatan (depan) dengan suara pembuka yang bersih, jelas, dan panjang.
Selain itu ada juga tengah (wilet) dalam hal ini cengkok atau irama lagu saat ayam berkokok. Dan bagian ini menentukan keindahan suara, imbuhnya.
Dan yang ketiga yaitu Akhiran (tutup) dimana ujung suara yang bulat, bersih, dan tidak terputus secara mendadak, jelasnya.
Selain edukasi suara ada juga edukasi fisik (penampilan) dimana kita harus memahami postur tubuh ideal ayam pelung yang bertubuh besar, tegap, memiliki tembolok besar, serta jengger yang berdiri tegak atau condong ke belakang.
Dan yang terakhir yaitu edukasi perawatan dan pemuliabiakan (breeding) yaitu mempelajari cara merawat pakan, menjaga kesehatan, serta teknik menyilangkan indukan berdarah murni agar menghasilkan keturunan dengan suara berkarakter khong (berat dan menggema).
Hubungan mober dan edukasi mober sering kali menjadi sarana edukasi terbaik dan paling praktis. Di ajang mober, para pemula bisa langsung bertanya kepada para senior atau juri mengenai kekurangan suara ayam mereka, cara menyetem suara ayam, hingga tips perawatan harian, pungkas Mang Ucup***














