Kab.Bandung, Parahiangannews- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Nasdem Dra. Hj. Tia Fitiani menggelar kegiatan pengawasan penyelenggaran pemerintahan tahun anggaran 2026 di Gor Desa Langensari Kecamatan Solokanjeruk, Jumat(30/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut nampak hadir Kades Langensari, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Dulur Satia dan warga masyarakat.
Seusai kegiatan, Hj. Tia Fitriani mengatakan,” 9 program unggulan Pemprov Jabar yang dirancang langsung Pak Gubernur, mengenai infrastruktur, istilahnya desa diurus kota ditata itu, inginnya kita itu menyeluruh pembangunannya disemua desa.
“Namun pada saat ini di beberapa desa yang saya kunjungi sebelumnya banyak keluhan bahwa kepala desa itu banyak terlanjur membuat perencanaan, dan ketika itu ada kebijakan seperti ini, yang sudah direncanakan sejak awal bahkan sudah disebarluaskan kepada masyarakat tentang manfaat pembangunan tersebut tidak terlaksana”, ucapnya.
Imbuh Hj. Tia Fitriani, perlu diketahui oleh pak Gubernur bahwa program tersebut agak menyulitkan untuk desa, agar desa membangun akhirnya terhambat oleh masalah tersebut, karena beberapa pembangunan tidak terealisasi walaupun programnya memang bagus tujuannya.
Anggota DPRD Jabar Hj. Tia Fitriani menambahkan, yang kedua tentang sekolah, dibeberapa tempat yang saya kunjungi, masalahnya tetap sama yaitu sekolah yang sulit untuk dijangkau, terus keberadaan ruang kelas yang masih sangat dibutuhkan, sehingga program tersebut sebaiknya direalisasikan.
Dan tadi juga ada tentang meningkatkatkan kesejahteraan perangkat desa, kader pkk, posyandu dan yang lainnya, ini sangat dibutuhkan. Jangan sampai hanya sebuah semboyan saja, tapi harus betul betul kita kawal agar bisa terealisasi, sehingga keinginan Pemprov Jabar, Pak Gubernur khususnya, dan kami DPRD juga ingin bagaimana kepala desa dan perangkat desa serta para kader PKK dan kader Posyandu bisa meningkat kesejahteraannya, pungkasnya.
Sementara itu Kades Langensari Agus Kusumah, S.Ip., mengatakan, “kegiatan ini sangat baik, ada hikmah pembelajaran yang sangat luar biasa, ketika ada program dari pusat, provinsi ini dikelola secara mandiri yang akhirnya pada saat kami diperiode sebelumnya telah membuat / membentuk warga ini untuk bisa menciptakan pembangunan yang berkualitas. Dan alhamdulillah sampai saat ini kami memiliki tim itu untuk mengejar infrastuktur yang berkualitas.
Namun pada akhirnya di tahun ini pekerjaan pekerjaan provinsi akan dikerjakan oleh pihak provinsi, dan itu membuat kami akan merasa terpatahkan semangat kami untuk membuat desa kami ini memiliki karakter secara pribadi sesuai karakter desa, ucapnya.
Saya berharap, ibu bisa membantu kami dalam program infrastruktur desa, karena saat ini sesuai PMK 81 tahun 2025 anggaran dana desa yang kami terima ada pemangkasan 78 persen, pungkasnya***













