Kab.Bandung, Parahiangannews– Ajang olahraga empat tahunan Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Jawa Barat XV 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November 2026. Pesta olahraga ini akan diselenggarakan di wilayah Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok sebagai tuan rumah bersama.
Dalam menghadapi even akbar itu, Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung berusaha untuk mengoptimalkan persiapan menghadapi Porprov Jawa Barat XV 2026.
Wujud keseriusan Dispora dan KONI ini pada hari Jumat (10/4/2026) melaksanakan ekspos persiapan ajang Porprov yang digelar di ruang rapat Dispora Kabupaten Bandung.
Kepala Dispora Kabupaten Bandung Dicky Anugrah bersama Sekretaris Dispora, Kepala Bidang dan jajaran lainnya hadir pada pelaksanaan ekspos tersebut.
Sedangkan dari KONI Kabupaten Bandung hadir Sekretaris Umum Edi Gaswanto, Wakil Ketua I Suryana Yusuf, serta perwakilan Bidang Pembinaan Prestasi (binpres). Baik Dispora maupun KONI turut membahas dan menyoroti anggaran untuk persiapan menghadapi Porprov Jawa Barat.
Dikutip dari media online sumedang.pikiran-rakyat.com, Kepala Dispora Kabupaten Bandung Dicky Anugrah mengatakan bahwa dalam persiapan Porprov kali ini menghadapi tantangan besar.
“Terutama dari sisi anggaran,” ujarnya.
Dicky menuturkan bahwa penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan daerah. Bahkan, penurunan tersebut disebut mencapai hampir Rp1 triliun.
“TKD kita mengalami penurunan yang cukup besar, hampir Rp948 miliar. Ditambah realisasi pendapatan yang belum maksimal, tentu ini berpengaruh terhadap APBD Kabupaten Bandung tahun 2026,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung penuh persiapan atlet menuju Porprov dan Peparda.
Terkait kebutuhan anggaran tambahan, Dicky menyebutkan bahwa mekanisme pengajuan tidak bisa dilakukan secara instan. Penambahan anggaran baru dapat dibahas melalui APBD Perubahan yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
“Mudah-mudahan melalui APBD Perubahan, kita bisa menutupi kekurangan biaya untuk Porprov dan Peparda yang akan dilaksanakan pada November mendatang,” katanya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan akhir terkait besaran anggaran tetap berada di tangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Dalam kesempatan tersebut, Kadispora juga memberikan tanggapan tegas mengenai adanya sejumlah cabang olahraga (cabor) yang melakukan audiensi langsung ke pihak legislatif tanpa berkoordinasi dengan KONI maupun Dispora.
“Kami sangat menyayangkan adanya cabor yang langsung ‘melintas’ ke legislatif. Kami tidak menghalangi aspirasi, tapi kami berharap sinergitas. KONI adalah wadah resmi cabor. Sebaiknya persoalan dihadapi bersama, tidak per-sektoral, agar kita kompak menyampaikan aspirasi ke legislatif,” tegas Dicky.
Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dispora berkomitmen menjalankan peran sebagai fasilitator dan regulator demi menjaga nama baik daerah di pentas olahraga tertinggi Jawa Barat tersebut.*”













