Pemerintahan

Kang DS Jumling di Masjid Al-Wustho Bojongsari: Sampaikan Program Kerja

×

Kang DS Jumling di Masjid Al-Wustho Bojongsari: Sampaikan Program Kerja

Sebarkan artikel ini

Kab.Bandung, Parahiangannews- Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali melaksanakan kegiatan rutin Jumat Keliling atau Jumling pada awal tahun 2026 ini. Kali ini, Bupati Bandung didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan Jumling di Masjid Al – Wustho
Kampung Haurhapit RT 01/RW 14 Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan Jumling Bupati Dadang Supriatna sebagai ajang silaturahmi sekaligus menyampaikan program-program yang berkaitan dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Bandung periode 2025-2030.

Visi Kabupaten Bandung itu terwujudnya Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Visi ini dijabarkan melalui lima misi. Pertama bagaimana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia berakhlak, berkarakter sesuai dengan nilai-nilai agamis dengan didukung keberpihakan penguatan kesetaraan gender melalui pemberdayaan perempuan dan mendorong perlindungan bagi anak.

“Di antaranya ada program kegiatan magrib mengaji. Ada kegiatan guru ngaji datang ke sekolah, sehingga kita memberikan insentif kepada guru ngaji,” ujar Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna di hadapan para jamaah shalat Jumat di masjid tersebut.

Berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan oleh akademisi, Kang DS mengaku sangat prihatin, termasuk para orang tua juga mungkin akan merasa prihatin.

“Ternyata hasil survei anak TK, SD, SMP, yang bisa membaca Alquran baru 24 persen. Kenapa ini terjadi? Apakah di rumahnya belajar membaca Alquran? Makanya, saya mengeluarkan instruksi Bupati, yaitu menginstruksikan magrib mengaji,” ucapnya.

Kang DS berharap kepada para orang tua untuk mendorong anak-anaknya melaksanakan Magrib Mengaji. Pernyataan Kang DS itu disambut setuju oleh masyarakat yang hadir saat itu.

“Maka instruksi mengaji ini penting. Kenapa? Karena pendidikan dasar itu proses pembentukan karakter. Mulai dari pendidikan TK, SD, dan SMP itu, pembentukan karakter,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Bedas memerintahkan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, bahwa kepala sekolah dan guru harus hadir lebih awal dibandingkan dengan murid.

“Sehingga kepala sekolah dan gurunya langsung bersalaman dan bertatap muka dengan seluruh murid yang masuk sekolah. Dengan harapan kedepan, tidak terjadi bullying dan murid campelak (tidak hormat) kepada guru,” ujarnya.

Kang DS juga menekan kepada para orang tua yang memiliki anak di bawah usia 17 tahun, jam 19.00 WIB jangan sampai pegang handphone.

“Handphonenya langsung dimatikan. Anak disuruh melaksanakan membaca Alquran atau melaksanakan Magrib Mengaji, selain menghapal atau belajar di rumahnya masing-masing,” harapnya.

Dengan cara seperti itu, Kang DS berharap anak-anak terbiasa menghafal pembelajaran di sekolah dan menjadi anak yang cerdas.

“Para orang tua jangan membiarkan anak-anaknya bermain handphone sampai malam hari. Apalagi di handphone itu ada beberapa aplikasi yang akan berpengaruh pada karakter dan mental anak-anak,” ucapnya.

Untuk mencerdaskan anak bangsa itu, Kang DS diselaraskan dengan adanya program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto, yaitu program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

“Harapan Pak Presiden tahun 2045, semoga anak-anak kita yang lagi belajar mulai TK, SD, SMP, dan SMA, kita doakan jadikan pemimpin bangsa dan negara yang berkarakter dan berakhlakul karimah,” harapnya.

Ia mengatakan program MBG ini untuk memberikan asupan gizi makanan kepada anak-anak sebagai penerima manfaat. Selain itu untuk mendorong ekosistem ekonomi masyarakat.

“Program MBG ini terjadi perputaran ekonomi yang sangat luar biasa. Untuk itu, kita sukseskan program MBG sebagai bentuk kanyaah Pak Presiden terhadap warga masyarakatnya,” ungkapnya.

Pemerintah juga turut mendorong program PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) melalui paket A, B dan C, khususnya bagi para santri yang ingin melanjutkan pendidikan. Apalagi dalam rangka meningkatkan karakter atau meningkatkan kualitas sumber daya manusia ada program Besti atau Beasiswa Ti Bupati.

“Anak-anak yang baru lulus SLTA, orang tuanya dengan kondisi ekonomi kurang mampu, bisa memanfaatkan program Besti untuk melanjutkan kuliah. Silahkan mau kuliah di mana, dibiayai oleh saya selaku Bupati. Asal mau kuliah,” katanya.

Kang DS menyampaikan pula program Gertaman atau Gerakan Tanami Halaman. Halaman rumah bisa ditanami sayuran kol, buncis, bawang, cabai dan sayuran lainnya.

“Dengan harapan swadaya pangan ini betul-betul bisa terwujud dan terlaksana di Kabupaten Bandung,” harapnya.**

Example 120x600

You cannot copy content of this page