Kab.Bandung, Parahiangannews– Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj Renie Rahayu Fauzi, S.H gerak cepat (gercep) turun langsung meninjau lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Kampung Puja RW 04, Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Kamis (12/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak banjir berjalan cepat dan tepat, terlebih musibah itu terjadi di tengah momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Banjir sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Majalaya dan Solokanjeruk pada Rabu (11/3/2026) petang, setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Luapan Sungai Cisunggalah membuat air tiba-tiba masuk ke permukiman warga, tepat menjelang waktu berbuka puasa.
Kondisi tersebut membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah.
Dalam peninjauannya, Renie didampingi jajaran DPC Perempuan Bangsa Kabupaten Bandung. Ia menyusuri permukiman warga yang sempat terendam banjir, berdialog langsung dengan masyarakat, serta mendengarkan berbagai keluhan yang mereka alami pascabencana.
Sejumlah warga mengaku mengalami kerugian akibat rumah yang terendam air serta perabotan rumah tangga yang rusak. Bahkan, ada warga yang mengalami luka ketika berusaha menyelamatkan barang-barang saat banjir datang secara mendadak menjelang waktu berbuka.
Renie menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bagian dari tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat untuk memastikan negara hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Di bulan Ramadan ini tentu kita semua berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Karena itu kami datang langsung untuk memastikan warga terdampak banjir mendapatkan perhatian dan penanganan yang layak,” ujar Renie.
Menurutnya, banjir yang kerap melanda wilayah Majalaya dan sekitarnya harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan lainnya.
Ia menilai penanganan banjir tidak cukup dilakukan secara sementara, melainkan memerlukan langkah strategis dan solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.
“Persoalan banjir ini harus ditangani secara komprehensif, mulai dari pembenahan sistem drainase, normalisasi saluran air, hingga penataan lingkungan dan tata ruang. DPRD akan mendorong pemerintah daerah agar penanganannya lebih terencana dan berkelanjutan,” tegasnya.
Renie juga memastikan persoalan banjir di Desa Panyadap dan wilayah Majalaya akan dibawa dalam pembahasan bersama pemerintah daerah agar dapat masuk dalam prioritas kebijakan pembangunan.
“Kami akan memastikan persoalan ini menjadi perhatian serius dalam pembahasan dengan pemerintah daerah. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Selain memberikan dukungan moral kepada warga, rombongan juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak seperti bantuan logistik, layanan kesehatan, hingga proses pemulihan pascabanjir dapat segera terpenuhi.
Kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Bandung di tengah warga terdampak banjir pun disambut hangat oleh masyarakat. Warga berharap perhatian dari pimpinan legislatif daerah tersebut dapat mempercepat penanganan banjir serta membantu pemulihan kondisi mereka.
Saat ini, warga bersama unsur Forkopimcam Solokanjeruk masih melakukan pembersihan rumah dan lingkungan dari lumpur serta sisa genangan air pascabanjir.













