Kab.Bandung, Parahiangannews- Sejumlah unsur gotong royong memperbaiki tanggul Situ Panerah yang jebol di Kampung Pasir Tengah RW 05 perbatasan Desa Tanjungwangi Kecamatan Pacet dan Desa Neglasari Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Minggu (24/5/2026).
Respons cepat kerja bakti memperbaiki tanggul yang jebol sepanjang 10 meter itu dipimpin oleh Camat Pacet Asep Susanto setelah sebelumnya mendapatkan instruksi dari Bupati Bandung Dadang Supriatna untuk segera merespons keluhan warga petani terkait jebolnya tanggul aliran air ke lahan pertanian.
Sejumlah unsur yang hadir dalam kerja bakti itu, yakni jajaran BPD Desa Padaulun, Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Pacet, Babinsa, Pemdes Desa Tanjungwangi, Kasi Trantibum Kecamatan Pacet, Satpol PP dan Linmas serta para petani 3 Desa (Tanjungwangi Kecamatan Pacet; Desa Padaulun dan Desa Neglasari Kecamatan Majalaya).
“Alhamdulillah, hari Minggu ini kami bersama unsur Kecamatan Pacet, desa dan para petani melaksanakan gotong royong memperbaiki tanggul yang jebol dengan menggunakan material tanah yang dimasukkan ke dalam karung dan diperkuat menggunakan pasak bambu,” ujar Camat Asep Susanto usai kerja bakti.
Menurutnya, perbaikan tanggul Situ Panerah ini, setelah sebelumnya atau beberapa hari lalu jebol karena kondisi tanggul yang sudah kurang baik dan tidak mampu menahan aliran air.
“Aliran air yang bersumber dari Sungai Citarum ini, mengalir ke lahan pertanian padi di Desa Tanjungwangi, selain mengairi lahan pertanian di Desa Neglawangi dan Desa Tanggulun. Sehingga para petani yang berasal dari tiga desa itu kompak dan solid untuk sama-sama memperbaiki tanggul yang jebol. Dengan harapan aliran air kembali normal, supaya para petani terbantu dalam mengolah lahan pertanian padi,” tuturnya.
Camat Asep pun memberikan apresiasi dan terima kasih kepada para pihak yang turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan gotong royong perbaikan tanggul Situ Panerah tersebut.
“Ini sebagai bukti nyata bahwa kebiasaan gotong royong di kalangan para petani dan berbagai unsur kecamatan dan desa serta masyarakat lainnya masih tumbuh,” katanya.**














